Pemkot Banjarmasin Gelar Rehab Total Sekolah Era 70-an dan SD Inpres, Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Pemerintah Kota Banjarmasin mengambil langkah berani dengan program rehab total sekolah Banjarmasin, menyasar bangunan tua era 1970-an dan SD Inpres. Simak detail upaya peningkatan kualitas pendidikan ini.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkot Banjarmasin Gelar Rehab Total Sekolah Era 70-an dan SD Inpres, Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Pemerintah Kota Banjarmasin mengambil langkah berani dengan program rehab total sekolah Banjarmasin, menyasar bangunan tua era 1970-an dan SD Inpres. Simak detail upaya peningkatan kualitas pendidikan ini. (AntaraNews)

Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengambil langkah strategis dengan memulai program rehab total sejumlah fasilitas pendidikan. Fokus utama program ini adalah pada sekolah-sekolah peninggalan era tahun 1970-an dan bangunan SD Instruksi Presiden (Inpres) yang telah berusia tua dan mengalami kerusakan signifikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama, menjelaskan bahwa banyak sekolah di daerahnya memerlukan perbaikan mendesak karena kondisi bangunan yang sudah usang. Kebijakan rehab total ini merupakan arahan langsung dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin untuk pembenahan yang lebih komprehensif.

Berbeda dari metode sebelumnya, perbaikan sekolah kini tidak lagi dilakukan secara parsial, melainkan secara menyeluruh hingga bangunan benar-benar kokoh dan tahan lama. Pendekatan baru ini bertujuan untuk memastikan kualitas bangunan yang optimal dan keamanan bagi proses belajar mengajar.

Urgensi Rehab Total Sekolah Tua dan SD Inpres

Program rehab total sekolah Banjarmasin menjadi prioritas mengingat banyaknya bangunan sekolah yang sudah sangat tua. Beberapa di antaranya dibangun pada era 1970-an dan merupakan bagian dari program SD Inpres yang kini kondisinya memprihatinkan.

Menurut Ryan Utama, kondisi bangunan yang sudah berusia puluhan tahun ini kerap membahayakan keselamatan siswa dan guru. Kerusakan parah seperti lantai yang bergoyang atau struktur bangunan yang miring menjadi alasan kuat untuk tidak lagi menunda perbaikan.

Dari puluhan sekolah yang akan ditangani tahun ini, lima di antaranya mendapatkan prioritas rehab total karena kondisi kerusakannya yang sangat parah. Keputusan ini diambil untuk mencegah risiko yang lebih besar dan memastikan lingkungan belajar yang aman.

Pelaksanaan dan Tantangan Rehab Total di Banjarmasin

Salah satu sekolah yang telah masuk daftar rehab total tahun ini adalah SMP Negeri 26 Banjarmasin. Sekolah ini dikategorikan rusak berat, dengan lantai yang sudah tidak stabil dan bahkan bangunan WC yang miring akibat usia.

Kondisi geografis Banjarmasin yang sebagian besar berada di atas tanah rawa menambah tantangan dalam pemeliharaan bangunan sekolah. Struktur bangunan menjadi lebih cepat keropos jika sudah berusia puluhan tahun, memerlukan penanganan khusus dan material yang tahan lama.

Melalui sistem baru ini, Pemkot Banjarmasin berharap dapat menghasilkan bangunan sekolah yang tidak hanya kokoh, tetapi juga tahan terhadap kondisi lingkungan. Pendekatan komprehensif ini diharapkan dapat meminimalisir kebutuhan perbaikan berulang di masa mendatang.

Dukungan dan Pengawasan Legislatif untuk Kualitas Bangunan

Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Hj Neli Listianti, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya rehab total bangunan sekolah. Menurutnya, kebijakan ini akan lebih efektif dalam meningkatkan kualitas bangunan secara permanen.

Neli Listianti menekankan bahwa perbaikan sebagian-sebagian hanya akan menyebabkan masalah yang sama terulang dalam hitungan tahun. Oleh karena itu, rehab total menjadi solusi jangka panjang yang lebih efisien dan berkelanjutan.

DPRD juga berkomitmen untuk melakukan pengawasan ketat terhadap proses pembangunan sekolah. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap proyek memenuhi standar kualitas yang diinginkan dan tidak ada pembangunan yang dilakukan secara asal-asalan.

Masyarakat juga diharapkan aktif dalam mengawasi pembangunan, sebagai bentuk partisipasi publik untuk mencapai kualitas pendidikan yang lebih baik. Sinergi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat sangat penting untuk keberhasilan program ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi