Pemkab Pasaman Barat Salurkan Santunan Korban Bencana Hidrometeorologi dari Kemensos
Pemkab Pasaman Barat menyalurkan santunan korban bencana hidrometeorologi dari Kemensos senilai Rp120 juta kepada delapan ahli waris. Ini wujud nyata kehadiran pemerintah meringankan beban masyarakat terdampak.
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, telah menyerahkan santunan kepada delapan ahli waris korban bencana hidrometeorologi. Bantuan ini berasal dari Kementerian Sosial dengan total nilai Rp120 juta.
Penyerahan santunan ini berlangsung di Simpang Empat pada Sabtu (10/1), menunjukkan komitmen pemerintah pusat dan daerah. Setiap ahli waris menerima Rp15 juta per jiwa sebagai bentuk dukungan.
Bupati Pasaman Barat, Yulianto, menyampaikan apresiasi tinggi kepada pemerintah pusat atas perhatiannya. Ia menekankan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam meringankan beban keluarga korban.
Penyaluran Santunan Kemanusiaan untuk Ahli Waris Korban Bencana
Siti Farida, Penyuluh Ahli Madya Kementerian Sosial, menjelaskan bahwa santunan bagi ahli waris korban meninggal dunia akibat bencana alam diberikan Rp15 juta per jiwa. Di Kabupaten Pasaman Barat, tercatat delapan korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi.
Total santunan yang disalurkan mencapai Rp120 juta, disertai dengan enam paket bantuan sembako untuk membantu kebutuhan sehari-hari. Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh keluarga yang ditinggalkan.
Para korban meninggal dunia dan ahli waris penerima santunan meliputi:
- Roqi Hidayah dengan ahli waris Arpi Daswin.
- Raffael Gusti Pratama dengan ahli waris Intan Rahmana.
- Yelma Yunita dengan ahli waris Intan Rahmana.
- Dian Firmanda dengan ahli waris Intan Rahmana.
- Nur Hayati dengan ahli waris Darmawi.
- Amrizal dengan ahli waris Anisma.
- Apirman dengan ahli waris Iyih.
- Islahuddin dengan ahli waris Sawana Lubis.
Imbauan Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Potensi Bencana
Selain penyerahan santunan, Bupati Yulianto juga mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan. Hal ini mengingat perkiraan curah hujan yang masih relatif tinggi hingga Maret dan April mendatang.
Masyarakat diajak untuk tetap waspada dan mengikuti setiap imbauan dari pemerintah daerah. Kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem, khususnya dengan curah hujan tinggi, menjadi sangat penting untuk meminimalisir risiko.
Langkah proaktif dari pemerintah daerah ini bertujuan untuk melindungi warga dari dampak buruk bencana hidrometeorologi. Edukasi dan informasi mengenai mitigasi bencana terus disampaikan kepada masyarakat luas.
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah dalam Penanganan Bencana
Pemberian santunan ini merupakan bukti nyata sinergi antara pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial dan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat. Kolaborasi ini memastikan bantuan dapat tersalurkan tepat sasaran kepada mereka yang membutuhkan.
Bupati Yulianto berharap santunan yang diterima dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan oleh korban bencana. Dukungan ini diharapkan memberikan semangat bagi ahli waris untuk melanjutkan hidup.
Kehadiran pemerintah dalam masa-masa sulit seperti ini sangat krusial. Ini tidak hanya sekadar bantuan finansial, tetapi juga pesan bahwa masyarakat tidak sendiri dalam menghadapi musibah.
Sumber: AntaraNews