Pemkab Bulungan Luncurkan GERBANG BISA, Dorong Inklusivitas Bahasa Isyarat di Pendidikan dan Layanan Publik
Pemerintah Kabupaten Bulungan meluncurkan GERBANG BISA, gerakan inovatif untuk mempromosikan penggunaan bahasa isyarat di sektor pendidikan dan fasilitas publik, demi inklusivitas.
Pemerintah Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, secara resmi meluncurkan Gerakan Bulungan Berbahasa Isyarat (GERBANG BISA) pada Minggu, 17 November di Tanjung Selor. Inisiatif ini bertujuan untuk secara aktif mempromosikan penggunaan bahasa isyarat di lingkungan pendidikan serta berbagai fasilitas pelayanan publik di wilayah tersebut.
Peluncuran GERBANG BISA dihadiri langsung oleh Bupati Bulungan Syarwani, yang turut serta dalam sesi pengenalan bahasa isyarat dasar. Sesi ini dipandu oleh tutor ahli dari Yayasan Faqih Hasan Center, menunjukkan komitmen pemerintah daerah terhadap gerakan penting ini.
Gerakan ini digagas sebagai upaya konkret untuk memastikan kesetaraan dan inklusivitas bagi seluruh warga Bulungan, khususnya penyandang disabilitas. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang lebih ramah dan aksesibel bagi komunitas tuna rungu.
Inklusivitas dan Kesetaraan Akses Melalui Bahasa Isyarat
Bupati Bulungan, Syarwani, menegaskan bahwa GERBANG BISA merupakan langkah strategis untuk menghilangkan diskriminasi dalam penyelenggaraan pendidikan. Ia menekankan pentingnya memberikan kesempatan yang sama kepada semua anak, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus, untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.
“Gerakan membangun Bulungan berbahasa isyarat adalah bagian dari upaya memastikan tidak ada diskriminasi dalam penyelenggaraan pendidikan. Semua anak yang memiliki kebutuhan khusus harus mendapat kesempatan yang sama,” ujar Bupati Bulungan, menggarisbawahi visi besar di balik peluncuran ini.
Lebih lanjut, Bupati Syarwani menjelaskan bahwa implementasi GERBANG BISA juga dirancang untuk memastikan seluruh warga, termasuk penyandang disabilitas, dapat mengakses layanan pendidikan dan berbagai layanan publik lainnya tanpa hambatan. Hal ini sejalan dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia dan pembangunan berkelanjutan.
Inisiatif GERBANG BISA ini merupakan kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulungan dengan Yayasan Faqih Hasan Center. Kemitraan ini diharapkan dapat mempercepat promosi dan adopsi bahasa isyarat secara luas di seluruh lingkungan pendidikan dan instansi pelayanan publik.
Mewujudkan Lingkungan Ramah Disabilitas di Bulungan
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulungan, Suparmin, menjelaskan secara rinci cakupan program GERBANG BISA. Program ini meliputi pelatihan instruktur bahasa isyarat serta promosi intensif penggunaan bahasa isyarat di lingkungan sekolah, mulai dari guru hingga peserta didik.
Suparmin menambahkan bahwa pengenalan bahasa isyarat dasar kepada guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik sangat krusial. “Kita ingin guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik mengenal bahasa isyarat dasar. Ini penting untuk memberikan ruang aman dan ramah bagi anak-anak dan masyarakat tuna rungu,” jelasnya, menyoroti dampak positif yang diharapkan.
Melalui pelatihan yang terstruktur, diharapkan akan tercipta lebih banyak individu yang mahir dalam bahasa isyarat, sehingga komunikasi dengan penyandang tuna rungu dapat berjalan lebih efektif. Hal ini akan berkontribusi pada terciptanya ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan suportif.
Dengan adanya GERBANG BISA, Pemerintah Kabupaten Bulungan berkomitmen untuk menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan yang benar-benar ramah disabilitas. Langkah ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya meningkatkan aksesibilitas dan kesetaraan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sumber: AntaraNews