Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemerintah usulkan 2 tempat ini jadi kuburan massal korban tsunami Palu

Pemerintah usulkan 2 tempat ini jadi kuburan massal korban tsunami Palu Wiranto. ©Liputan6.com/Lizsa Egeham

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan HAM (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan masih banyak korban gempa dan tsunami Sulawesi Tengah (Sulteng) yang tertimbun belum terevakuasi. Salah satu lokasi yang sulit dievakuasi adalah di Perumnas Balaroa.

Menurut dia, alat berat untuk evakuasi korban masih belum dapat dioperasikan di wilayah tersebut. Pasalnya, kondisi tanah di sana berpotensi amblas ketika diberi beban berlebih.

"Di Balaroa di kompleks perumnas itu ambles. Itu memang timbul masalah. Alat berat bisa tenggelam karena masih lunak tanahnya," kata Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam Jakarta Pusat, Jumat (5/10).

Selain itu, lokasi lain yang juga sulit untuk melakukan evakuasi adalah Kelurahan Petobo, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Wiranto mengatakan Petobo merupakan wilayah yang hancur karena fenomena likuifaksi.

Karena kondisi ini, pemerintah mengusulkan agar kawasan tersebut menjadi monumen kuburan massal. Dia pun sudah berkoordinasi dengan para pemuka agama dan tokoh masyarakat di sana terkait penghentian pencarian jenazah.

"Kami juga harus memutuskan kapan pencarian jenazah akan dihentikan. Lalu diputuskan kapan daerah itu dijadikan makam massal," ujarnya.

Reporter: Lizsa

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP