Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemerintah Pastikan Fasilitas WNI Selama Diobservasi di Natuna Cukup Baik

Pemerintah Pastikan Fasilitas WNI Selama Diobservasi di Natuna Cukup Baik Lokasi Observasi WNI dari Wuhan. kemenkopmk.go.id ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Dua ratus lebih Warga Negara Indonesia yang dievakuasi dari Provinsi Hubei, China, masih dikarantina di Natuna, Kepulauan Riau. Plt Deputi V Kantor Staf Presiden, Bidang Politik, Hukum, Hankam dan HAM, Jaleswari Pramonawardani, menjelaskan kondisi para WNI sangat terjamin baik dari sisi sosial, keamanan hingga konsumsi.

"Mereka memang diberikan terjamin dari sisi soal keamanan, kenyamanan, maupun dari makanan yang dikonsumsi sehari-sehari. Kalau kita bicara indeks, per makan mereka dapat Rp100 ribu. Kalau 3 kali makan Rp300 ribu," kata Jaleswari di Kantor Staf Presiden, Jakarta Pusat, Jumat (7/2).

Dia menjelaskan, saat berkunjung bersama Menko Polhukam Mahfud MD, Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto tidak boleh ada kegiatan kontak dengan para WNI. Di lokasi observasi tersebut ada petugas kesehatan, dokter, psikolog hingga TNI.

Selama proses karantina, WNI juga mengisi kegiatan dengan olahraga hingga hiburan karaoke. Serta ada kegiatan lain yang sudah terjadwal.

"Saya melihat sendiri langsung di Natuna model kebersamaan kita menghadapi persoalan bersama, virus corona bersama-sama," ungkap Jaleswari.

Seperti diketahui, pemerintah memutuskan Kabupaten Natuna sebagai tempat observasi WNI yang dievakuasi dari Wuhan, setelah virus Corona mewabah.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengungkapkan alasannya memilih Natuna sebagai lokasi observasi. Menurutnya wilayah tersebut paling siap.

"Tidak semua pulau bisa dipakai. Kita mengukur tingkat kesiapan tim kesehatan yang ada di situ. Sehingga keputusan dari tim adalah di Natuna," katanya di Bogor, Jawa Barat, Senin (3/1).

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP