Pemerintah Indonesia Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Gempa Myanmar, Dikirim Pakai Pesawat Hercules dan Boeing 747

Tim yang diberangkatkan bakal menjalankan misi kemanusiaan di daerah yang dekat dengan pusat gempa, tepatnya di Bandara Naypyidaw.

Muhammad Genantan Saputra
Pemerintah Indonesia Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Gempa Myanmar, Dikirim Pakai Pesawat Hercules dan Boeing 747
Pemerintah Indonesia Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Gempa Myanmar, Dikirim Pakai Pesawat Hercules dan Boeing 747 (Merdeka.com)

Pemerintah Indonesia mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa bumi di Myanmar. Bantuan yang diberikan terdiri dari tim penyelamat, tenaga medis, serta logistik yang dikirimkan menggunakan dua pesawat Hercules dan satu pesawat Boeing 747. 

Kepala BNPB, Suharyanto mengatakan, tim yang diberangkatkan bakal menjalankan misi kemanusiaan di daerah yang dekat dengan pusat gempa, tepatnya di Bandara Naypyidaw. 

"Akibat yang diderita sungguh luar biasa. Per hari ini tercatat yang meninggal sudah di atas 2.600. Tetapi yang masih perlu diselamatkan juga masih banyak," kata Suharyanto saat melepas bantuan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (1/4).

Suharyanto mengungkapkan, kondisi di wilayah terdampak gempa masih sangat sulit. Menurutnya, situasi yang dihadapi mirip saat tim Basarnas bertugas di Turki dan Suriah pada 2023. 

Dia menyebut, komunikasi di lokasi terdampak belum berjalan dengan baik. Selain itu, ada beberapa daerah yang listriknya masih padam. 

"Tentu saja nanti yang mendukung pelaksanaan tugas daripada tim USR ini sangat terbatas," ucapnya.

Bantuan Negara Lain

Suharyanto melanjutkan, beberapa negara lain juga telah mengirimkan bantuan penyelamatan, di antaranya Singapura, Malaysia, Filipina, Korea Selatan, dan China.

"Kekuatannya dan kemampuannya rata-rata hampir sama dengan kita yang akan berangkat. Jadi rata-rata personilnya antara 50 sampai 80 orang. Yang agak banyak memang dari Cina," jelas Suharyanto.

Suharyanto menambahkan, bantuan yang diberikan Indonesia kali ini termasuk terbesar dibanding dengan misi kemanusiaan sebelumnya. 

Dia mengungkapkan, TNI sampai mengerahkan dua pesawat Hercules, ditambah satu pesawat Boeing 747 beserta pendukungnya. Kemudian, Kementerian Pertahanan mendukung penuh memberikan bantuan logistik, bantuan perlengkapan, dan fasilitas lainnya. 

"Kementerian Kesehatan juga menyiapkan satu tim yang akan bertugas setidaknya selama satu bulan," paparnya.

Rekomendasi