Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemerintah diminta tegas soal iklan rokok di televisi

Pemerintah diminta tegas soal iklan rokok di televisi Demo bahaya asap rokok di Istana Merdeka. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Komunitas FCTC (Framework Covvention On Tobacco Control) melakukan unjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta. Koordinator FCTC Margianta Surahman mengatakan, Indonesia menepati urutan peringkat ketiga dunia setelah China dan India dengan jumlah perokok lebih dari 62 juta dimana 70 persen perokoknya merupakan usia sekitar 19 tahun.

"Penikmat rokok saat ini sangat mengkhawatirkan, pengguna rokok di bawah umur 19 tahun. Pelajar sekolah menengah pertama yaitu SMP dengan 70 persen peningkatan se-Jabodetabek," kata Margianta di depan Istana Negara, Minggu (23/8).

Margianta mendesak pemerintah mengambil sikap terkait maraknya pelajar sekolah yang sudah aktif mengonsumsi rokok. FCTC menilai salah satunya mencegah mengurangi perokok generasi anak muda adalah mensetop iklan layanan rokok di televisi.

"Iklan rokok untuk membidik kalangan muda seperti menyajikan hal yang menantang kehidupan kolektif anak muda belum lagi iklan rokok seperti kegiatan musik olahraga, film dan kegiatan khas anak muda lainnya. Tanpa kita sadari itu memacu anak muda untuk merokok," tegasnya.

"Sudah saatnya anak muda membangun kesadarannya untuk berhenti merokok mulai dari sekarang," tutupnya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP