Pemerintah Diminta Beri Perhatian Khusus untuk Anak-Anak Terpapar Kabut Asap

Minggu, 22 September 2019 11:21 Reporter : Fikri Faqih
Pemerintah Diminta Beri Perhatian Khusus untuk Anak-Anak Terpapar Kabut Asap Jokowi Tinjau Lokasi Kebakaran Hutan. ©2019 Biro Pers Setpres

Merdeka.com - Pemerintah diharapkan memberikan perhatian khusus pada anak anak yang terpapar kabut asap, terutama di daerah Pekanbaru, Riau. Pasalnya kondisi udara di Riau sudah sangat mengkhawatirkan dan berdasarkan indeks Standard Pencemaran Udara (ISPU) telah menunjukkan status 'tidak sehat'.

Ketua Yayasan Anak Masa Depan Indonesia (AMDI), Clara Tampubolon mengatakan, pemerintah harus serius memberikan bantuan kesehatan untuk anak anak, terutama balita. Jangan sampai kasus Elsa Pitaloka dan M Husein Saputra kembali terjadi.

Untuk diketahui, Elsa baru berusia 4 bulan saat menghembuskan napas terakhirnya. Ia meninggal karena mengalami radang paru paru serta radang selaput otak. Infeksi saluran pernapasan akut akibat terkena asap kebakaran hutan dan lahan.

Sementara Husein, seorang bayi berusia 28 hari menghembuskan napas terakhirnya setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang pada Selasa (6/10). Dia menderita infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), diduga akibat terpapar kabut asap yang melanda Palembang.

"Sederet nama nama lain dari anak anak yang terkena gangguan kesehatan dan pernapasan akibat paparan asap kebakaran tentu masih banyak lagi. Pemerintah harus memberikan perhatian khusus pada mereka. Karena anak anak masih belum memiliki ketahanan tubuh seperti orang dewasa," katanya, Minggu (22/9).

Selain itu, dia mengungkapkan, pihaknya juga telah menurunkan tim untuk memberikan bantuan kepada anak anak yang terpapar asap Karhutla. Untuk itu, AMDI mengajak semua pihak untuk tergerak dan berpartisipasi memberikan bantuan kepada mereka.

"Atas dasar tersebut, AMDI tergerak untuk membantu dan meringankan beban saudara saudara di Riau yang terdampak kabut asap dengan menyalurkan donasi berupa masker N95, nebulizer, vitamin dan beberapa bantuan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak," jelasnya.

Clara menjelaskan, bantuan donasi bisa dilakukan melalui rekening Bank Mandiri AMDI 1220007778619. "Batas akhir sumbangan sampai tanggal 23 September 2019. Untuk transfer mohon untuk melakukan penambahan angka 1 di akhir jumlah sumbangan," tutupnya. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini