Pemerintah Aceh telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait keberadaan sosok manusia yang disebut suku Mante terekam kamera video anggota komunitas motor trail Aceh. Rencananya, pemerintah akan melakukan penelitian.
"Langkah yang pertama bisa kita lakukan adalah melakukan penelitian secara mendalam," kata Kabiro Humas Pemerintah Aceh, Mulyadi Nurdin, Senin (27/3) di ruang kerjanya.
Selain berkoordinasi dengan dinas terkait dan sejumlah stakeholder, Pemerintah Aceh juga konsultasi dengan akademisi dan sejarawan untuk mencari kebenaran terkait suku Mante. Mereka siap melakukan penelitian secara mendalam keberadaan suku Mante di Aceh.
Bila suku Mante masih terdapat di Aceh, pemerintah siap memfasilitasi dan membuka akses kepada mereka. Sehingga suku ini tidak lagi tinggal di hutan belantara.
"Jangankan manusia, hewan dilindungi saja kita lindungi. Apa lagi ini manusia dan orang Aceh," tegasnya.
Untuk mempermudah melakukan penelitian, Mulyadi akan memanggil komunitas motor trail asal Banda Aceh itu untuk mempertanyakan kejadian yang sebenarnya. Termasuk lokasi tempat mereka temukan yang diduga suku Mante.
"Segera kita koordinasi dengan pemilik video itu, yaitu komunitas motor trail asal Banda Aceh," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, komunitas motor trail asal Banda Aceh mengunggah video diduga suku Mante yang lari saat bertemu dengan mereka. Temuan ini sempat direkam oleh salah seorang pengendara motor tersebut.
Setelah lari dari komunitas motor trail asal Banda Aceh itu. Sosok yang diduga suku Mante itu dengan lincah menyelinap dalam semak-semak ilalang. komunitas motor trail ini pun mencoba untuk menelusuri mencari manusia yang tak berpakaian itu.
Namun tidak ditemukan dan komunitas motor trail yang sedang melintasi kawasan ditemukan itu mengalami kehilangan jejak. Hingga sekarang, komunitas ini belum menjelaskan detil lokasi penemuan manusia yang disebut Suku Mante.