Pemerhati Ungkap Fakta: Biaya Bongkar Tiang Monorel Hanya Ratusan Juta, Bukan Rp100 Miliar

Masyarakat Jakarta kerap salah paham mengenai anggaran pembongkaran tiang monorel di HR Rasuna Said. Pemerhati menjelaskan, biaya bongkar tiang monorel sebenarnya jauh lebih kecil dari perkiraan publik, mengungkap estimasi anggaran sebenarnya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemerhati Ungkap Fakta: Biaya Bongkar Tiang Monorel Hanya Ratusan Juta, Bukan Rp100 Miliar
Masyarakat Jakarta kerap salah paham mengenai anggaran pembongkaran tiang monorel di HR Rasuna Said. Pemerhati menjelaskan, biaya bongkar tiang monorel sebenarnya jauh lebih kecil dari perkiraan publik, mengungkap estimasi anggaran sebenarnya. (AntaraNews)

Warga Jakarta seringkali memiliki persepsi keliru mengenai anggaran pembongkaran tiang monorel yang berada di sepanjang Jalan HR Rasuna Said. Banyak yang meyakini bahwa biaya untuk merobohkan 109 tiang tersebut mencapai angka fantastis Rp100 miliar. Namun, seorang pemerhati Jakarta memberikan klarifikasi penting terkait angka tersebut, meluruskan kesalahpahaman yang beredar luas di masyarakat.

Menurut Sugiyanto, seorang pemerhati Jakarta, anggaran sebesar Rp100 miliar yang kerap disebut-sebut bukanlah biaya khusus untuk pembongkaran tiang monorel semata. Angka tersebut merupakan estimasi total biaya penataan kawasan Jalan HR Rasuna Said secara terpadu dan menyeluruh. Ini mencakup berbagai pekerjaan lain selain hanya pembongkaran tiang.

Sugiyanto menegaskan bahwa biaya pembongkaran fisik tiang monorel, jika dihitung secara rasional berdasarkan harga satuan konstruksi, sebenarnya hanya berkisar ratusan juta rupiah. Klarifikasi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih akurat kepada publik mengenai penggunaan anggaran pembangunan kota.

Analisis Rasional Biaya Pembongkaran Tiang Monorel

Pemerhati Jakarta, Sugiyanto, menjelaskan bahwa biaya pembongkaran 109 tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said tidak lebih dari Rp300 juta. Perhitungan ini didasarkan pada harga satuan pembongkaran beton yang umum digunakan dalam industri konstruksi. Angka ini sangat berbeda jauh dengan persepsi masyarakat yang mengira biaya mencapai puluhan miliar rupiah.

Harga satuan pembongkaran beton umumnya berkisar antara Rp400.000 hingga Rp600.000 per meter kubik (m3). Dengan jumlah 109 tiang monorel, dan estimasi volume masing-masing tiang sekitar 3-5 m3, total volume pembongkaran diperkirakan antara 300-500 m3. Jika dihitung dengan harga satuan terendah Rp400.000 per m3, biayanya sekitar Rp120 juta hingga Rp200 juta. Bahkan dengan harga tertinggi Rp600.000 per m3, biaya pembongkaran tiang monorel hanya sekitar Rp180 juta sampai Rp300 juta.

Sugiyanto menekankan bahwa angka Rp300 juta adalah batas atas untuk pembongkaran fisik tiang monorel saja. Perhitungan ini merupakan estimasi sederhana yang dapat diverifikasi melalui referensi biaya konstruksi yang tersedia secara terbuka. Oleh karena itu, klaim bahwa pembongkaran tiang monorel menelan biaya Rp100 miliar adalah tidak benar dan merupakan mispersepsi di masyarakat.

Rp100 Miliar Dialokasikan untuk Penataan Kawasan Menyeluruh

Angka Rp100 miliar yang selama ini ramai diberitakan bukanlah biaya khusus untuk pembongkaran 109 tiang monorel, melainkan estimasi total anggaran penataan kawasan secara menyeluruh. Sugiyanto menilai, kesalahpahaman ini muncul karena banyak masyarakat hanya membaca judul berita tanpa mencermati isi secara utuh. Judul berita seringkali menyebut angka Rp100 miliar dan langsung mengaitkannya dengan pembongkaran tiang monorel, padahal isi berita menjelaskan bahwa itu adalah satu paket pekerjaan penataan kawasan.

Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (KATAR) ini juga merujuk pada pernyataan Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo. Beliau memastikan bahwa proyek tersebut merupakan bagian dari penataan menyeluruh koridor Jalan HR Rasuna Said agar kawasan menjadi lebih rapi, tertata, dan fungsional. Anggaran sekitar Rp100 miliar menjadi masuk akal karena digunakan untuk banyak pekerjaan sekaligus, di mana pembongkaran tiang monorel hanya sebagian kecil saja.

Penataan kawasan ini mencakup berbagai aspek penting. Selain pembongkaran tiang, anggaran tersebut juga dialokasikan untuk penataan trotoar dan perbaikan badan jalan. Penataan trotoar meliputi peningkatan kualitas permukaan, penyediaan jalur disabilitas, ramp, jalur pemandu tunanetra, serta fasilitas pendukung seperti lampu penerangan, tempat duduk, dan penghijauan. Selain itu, perbaikan drainase dan penataan utilitas juga termasuk dalam paket pekerjaan ini agar lebih rapi dan terintegrasi.

Pekerjaan badan jalan mencakup perbaikan perkerasan, penambalan lubang, perataan permukaan, penguatan struktur jalan, serta penataan marka dan rambu lalu lintas. Rekayasa lalu lintas juga dilakukan untuk meningkatkan keselamatan dan kelancaran kendaraan. Jika seluruh pekerjaan ini digabungkan dalam satu paket penataan kawasan, maka estimasi Rp100 miliar menjadi logis dan relevan, bukan hanya untuk merobohkan tiang monorel saja.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi