Pembakaran Kotak dan Surat Suara di Puncak Jaya Hasil Pemilu Sistem Noken

Rabu, 24 April 2019 10:57 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
Pembakaran Kotak dan Surat Suara di Puncak Jaya Hasil Pemilu Sistem Noken kotak suara. Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Beredar video viral di media sosial pembakaran kotak dan surat suara diduga terjadi di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Hasil penyelidikan dilakukan polisi kotak dan surat suara dibakar itu merupakan dokumen Pemilu tak terpakai.

"Dokumen yang dibakar oleh masyarakat di depan kantor Distrik Tingginambut adalah sisa dokumen-dokumen Pemilu yang sudah tidak butuhkan lagi dan sudah dibuatkan Berita Acara Pemusnahannya," kata Kapolda Papua Irjen Martuani Sormin Siregar dalam keterangannya kepada merdeka.com, Rabu (24/4).

Pembakaran ini dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan dokumen sisa Pemilu. Menurut Martuani, pemungutan suara di Distrik Tingginambut dilakukan pada Rabu (17/4) lalu dengan aman dan sudah ada hasilnya.

Dia menjelaskan, Pemilu di Distrik Tingginambut dilakukan dengan sistem noken. Sehingga suara masyarakat diwakilkan oleh kepala suku setempat.

"Masyarakat memang tidak melaksanakan hak politiknya karena Pemilu dilaksanakan dengan sistem noken," ujar dia.

Mantan Kadiv Propam Polri ini menambahkan, semua dokumen hasil Pemilu 17 April lalu saat ini berada di kantor KPU Mulia Puncak Jaya. Dokumen itu adalah dokumen pleno, formulir C 1 KWK, rekapitulasi perhitungan suara dan berita acara-acara perhitungan suara tingkat distrik.

Menurut dia, video ini dibuat dan diviralkan untuk membuat isu di Tingginambut tidak ada Pemilu karena tidak aman. Sekaligus untuk mendiskreditkan KPU sebagai penyelenggara Pemilu yang independen.

Sebelumnya diberitakan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Papua mengecek kebenaran informasi video pembakaran kotak dan surat suara yang diduga terjadi di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya yang viral di media sosial.

Koordinator Divisi Penindakan Bawaslu Provinsi Papua Amandus Sitomorang mengatakan, informasi video tersebut sudah diterima dalam grup WhatsApp (WA) Bawaslu dan sedang dilakukan pengecekan ke Bawaslu Kabupaten Puncak Jaya.

"Baru terima, kami sudah cek Bawaslu Puncak Jaya dan mereka sampaikan baru juga tahu," kata Amandus, Rabu (24/4).

Menurut dia, Bawaslu Provinsi Papua telah memerintahkan jajaranya di untuk melakukan investigasi terkait video yang menjadi viral tersebut.

"Yah, investigasi. Ini merupakan langkah yang kami ambil," ujarnya.

Dalam video yang berdurasi kurang lebih 5 menit 7 detik itu, terlihat tumpukan surat dan kota suara yang sedang terbakar dan diduga sebagai logistik Pemilu 2019.

Selain itu, terlihat juga seorang ibu dan anak yang sedang membuang sejumlah surat suara ke arah tumpukan tersebut.

Ada juga suara dari orang yang merekam video tersebut dan menyebutkan bahwa "Selamat siang. Inilah tempat pembakaran kotak suara maupun surat suara di Distrik Tingginambut. Masyarakat melakukan pembakaran, tolong teman-teman viralkan di media sosial." [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini