Pelatih Mali U-22 Akui Timnya Beruntung Kalahkan Indonesia U-22 3-0

Pelatih Mali U-22, Fousseni Diawara, mengakui timnya sedikit beruntung saat menaklukkan Indonesia U-22 3-0 di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu. Diawara juga menyoroti potensi pemain Indonesia.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pelatih Mali U-22 Akui Timnya Beruntung Kalahkan Indonesia U-22 3-0
Pelatih Mali U-22, Fousseni Diawara, mengakui timnya sedikit beruntung saat menaklukkan Indonesia U-22 3-0 di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu. Diawara juga menyoroti potensi pemain Indonesia. (AntaraNews)

Tim nasional U-22 Mali berhasil meraih kemenangan telak 3-0 atas Indonesia U-22 dalam pertandingan persahabatan yang digelar di Stadion Pakansari, Bogor, pada Sabtu lalu. Kemenangan ini didapatkan berkat gol cepat dan eksekusi instruksi yang baik dari para pemain Mali. Hasil ini memberikan kepercayaan diri bagi skuad Mali di laga selanjutnya.

Pelatih Mali U-22, Fousseni Diawara, mengungkapkan bahwa timnya merasa sangat puas dengan hasil pertandingan tersebut. Diawara menyebut keberuntungan turut menyertai timnya, terutama setelah gol pembuka yang tercipta di menit awal pertandingan. Gol cepat ini menjadi kunci penting dalam mengendalikan jalannya laga.

Gol pertama Mali dicetak oleh Sekou Doucoure pada menit kelima melalui sundulan, disusul oleh Wilson Samake di menit ke-34, dan ditutup oleh Moulaye Haidara di menit ke-90+1. Kemenangan ini menunjukkan dominasi Mali, meskipun Diawara tetap memberikan apresiasi terhadap perlawanan yang ditunjukkan oleh tim Garuda Muda.

Fousseni Diawara, Pelatih Mali U-22, menyatakan bahwa gol cepat yang dicetak oleh Sekou Doucoure pada menit kelima menjadi faktor krusial dalam kemenangan timnya. Gol tersebut, yang berawal dari sepak pojok, memberikan momentum positif dan meningkatkan kepercayaan diri para pemain Mali sejak awal pertandingan. Diawara merasa senang dengan respons cepat timnya.

"Kami sangat puas dengan pertandingan ini. Kami senang bisa mencetak gol sangat cepat. Itu membantu kami masuk ke permainan dan mendapatkan kepercayaan diri,” kata Diawara dalam jumpa pers usai laga di Stadion Pakansari, Sabtu. Pernyataan ini menegaskan pentingnya gol pembuka dalam strategi timnya.

Keunggulan Mali kemudian diperlebar oleh Wilson Samake pada menit ke-34, sebelum Moulaye Haidara mengunci kemenangan dengan gol di menit ke-90+1. Pelatih Mali U-22 ini memuji bagaimana pemainnya mampu menjalankan instruksi yang diberikan, sehingga menghasilkan rangkaian permainan yang menarik dan efektif.

Meskipun meraih kemenangan telak, Pelatih Mali U-22, Fousseni Diawara, tidak sungkan memberikan pujian kepada tim Indonesia U-22. Diawara menyoroti beberapa momen di mana permainan Indonesia mampu membahayakan pertahanan timnya, terutama dari sisi sayap. Hal ini menunjukkan kualitas lawan yang tidak bisa diremehkan.

Diawara secara khusus memuji penampilan kapten Garuda Muda, Ivar Jenner, yang dinilainya memiliki kedewasaan dalam bermain. "Kami tahu tim ini akan terorganisasi dengan baik. Kami tahu mereka punya pemain dengan kedewasaan tertentu. Terutama nomor 5 (Ivar Jenner) sang kapten,” ujar pelatih berusia 45 tahun tersebut.

"Mereka beberapa kali menyulitkan kami dari sisi sayap. Kami kesulitan mengelola ruang di belakang. Mereka menunjukkan bahwa mereka bisa berbahaya. Ini tim yang menarik dengan kekuatan yang jelas. Tapi kami bisa mengatasinya,” tambah Diawara. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Pelatih Mali U-22 mengakui potensi dan ancaman dari tim Indonesia.

Pelatih Mali U-22, Fousseni Diawara, juga memberikan perhatian khusus kepada pemain muda berbakatnya, Sekou Kone, yang bermain untuk Manchester United. Kone, yang baru masuk pada pertengahan babak kedua di menit ke-65, kemungkinan besar akan mendapatkan menit bermain lebih banyak pada pertandingan kedua yang dijadwalkan Selasa (18/11).

Diawara menggambarkan Kone sebagai pemain yang "menjanjikan" dan "punya banyak kualitas". Dia yakin bahwa pada laga berikutnya, Kone akan mampu menunjukkan kualitasnya yang pernah ia perlihatkan saat membela Mali U-17 di Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia. Kone saat itu membantu Mali meraih peringkat ketiga.

"Ia kemungkinan akan mendapatkan waktu bermain di pertandingan berikutnya,” kata Diawara. Pelatih Mali U-22 ini juga menambahkan, "Sama seperti pemain lainnya dalam tim ini, dia masih punya perjalanan panjang. Dia berada di klub besar yang sangat populer di Indonesia,” memuji Kone yang sudah menembus skuad MU di Liga Inggris.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi