Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pelari lintas alam disiram air keras saat ikut lomba di Boyolali

Pelari lintas alam disiram air keras saat ikut lomba di Boyolali Pelari asal Ciputat disiram air keras saat ikut lomba. ©2016 merdeka.com/arie sunaryo

Merdeka.com - Eni Rosita (38), seorang peserta lomba lari lintas alam bertajuk MesaStile Peak Challenge 2016 di Magelang mengalami kecelakaan. Warga Perum Griya Raya Ciputat, Tangerang itu disiram air keras oleh orang tak dikenal saat melintasi rute di wilayah Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Sabtu (8/10) malam.

Akibatnya wanita malang tersebut mengalami luka bakar di wajah, tangan dan kedua kakinya. Saat ini dia dirawat di RSUD Pandan Arang, Boyolali.

MesaStile Peak Challenge 2016 merupakan lomba lari lintas alam yang melewati 5 gunung di Jawa Tengah dan mengambil start di Magelang. Sedangkan Eni merupakan peserta lomba untuk kategori 100 km. Kelima gunung yang dilintasi adalah Gunung Andong, Merbabu, Merapi, Telomoyo dan Gilibetung.

"Start dan finish lomba dari Mesastila Resort di Magelang dan berlangsung selama dua hari Sabtu hingga Minggu," ujar Eni ditemui di bangsal perawatan RSUD Pandan Arang, Boyolali Minggu (9/10).

Eni menuturkan,peristiwa penyiraman terjadi sekitar pukul 19.00 pada hari Sabtu (8/10) lalu. Saat kejadian ia bersama peserta lainnya sedang menempuh rute naik ke Gunung Merbabu. Sebelum naik Merbabu, seluruh peserta berhenti dan istirahat di check point di pertigaan arah pendakian ke Merapi di Desa Lencoh, Kecamatan Selo.

"Setelah istirahat saya dan salah satu peserta asal Filipina melanjutkan lari naik gunung Merbabu. Saya di belakang dia," lanjutnya.

Namun, di jalan arah basecamp Merbabu di Desa Samiran, Kecamatan Selo, tiba-tiba ia disiram dengan cairan yang diduga air keras dari arah belakang samping kiri. Saat itu, Eni mengaku baru saja turun dari Merapi. "Saya baru akan mulai pendakian ke Merbabu, dengan jalan kaki, karena medannya menanjak. Tapi tiba-tiba ada sepeda motor dari belakang, dan tiba-tiba dia melempar air ke badan saya, saya tidak tahu cairan apa,” jelasnya.

Saat disiram Eni merasakan dingin, namun tak lama kemudian terasa panas. Dia pun langsung berteriak minta tolong kepada warga. Tak lama kemudian ia diantar ke Puskesmas Selo, dan kemudian diirujuk ke RSUD Pandan Arang, Boyolali.

"Cairan itu mengenai punggung, muka dan tangan, serta kedua kaki saya. Dua kali menyiramnya, pertama di punggung. Laludisiram lagi mengenai kedua kaki saya. Tas saya dipinggung robek kena cairan itu,” lanjutnya.

Kapolres Boyolali AKBP M Agung Suyono menyayangkan kejadian tersebut. Sejauh ini pihaknya belum mengetahui siapa pelaku dan motifnya.

"Kami sedang memeriksa saksi-saksi dan korban. Saat kejadian, jalanan gelap. Menurut keterangan saksi, pelaku mengendarai sepeda motor jenis bebek dan menggunakan tas ransel warna oranye. Setelah menyiram korban, pelaku langsung lari ke arah Desa Selo atau Merbabu," jelas Kapolres.

Panitia MesaStila Peak Challenge 2016, Nur Pahluwi, mengemukakan lomba lari lintas alam tersebut merupakan kegiatan regular setiap tahun sejak 2011 lalu. Pesertanya selain dari dalam negeri juga diikuti peserta dari mancanegara.

"Ini kegiatan rutin setiap tahun. Ada lima kategori lomba yaitu 11 km, 21 km, 42 km, 62 km dan 100 km. Kami sangat menyayangkan adanya insden ini," pungkas dia. (mdk/ian)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP