Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) telah menyusun strategi komprehensif yang bertumpu pada dua pilar utama untuk menghadapi ajang Esports Nation Cup (ENC) 2026. Kompetisi esports tingkat global ini dijadwalkan berlangsung di Riyadh, Arab Saudi, mulai tanggal 2 hingga 29 November 2026. PB ESI secara resmi ditunjuk sebagai Mitra Tim Nasional (National Team Partner) oleh Esports Foundation (EF) untuk membentuk dan mengelola Tim Nasional Indonesia.
Manajer tim nasional esports Indonesia untuk ENC 2026, Glorya Famiela Ralahalo, menjelaskan bahwa fokus utama adalah seleksi talenta atlet dan pelatih, serta program pemusatan latihan nasional (pelatnas) berbasis sports science. Pendekatan ini diharapkan mampu mengoptimalkan potensi atlet Indonesia yang telah menunjukkan performa gemilang di berbagai kompetisi internasional.
Keterlibatan Indonesia dalam ENC 2026 merupakan momentum krusial untuk memperkuat ekosistem esports nasional dan membuka peluang lebih luas bagi representasi Indonesia di panggung global. PB ESI berkomitmen penuh untuk mewujudkan visi esports Indonesia mendunia melalui persiapan yang terstruktur dan berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Pilar pertama strategi PB ESI adalah seleksi ketat talenta atlet dan pelatih. Glorya Famiela Ralahalo menyatakan bahwa Indonesia memiliki banyak pemain esports berkelas dunia dengan catatan prestasi teruji. Proses seleksi akan dimulai dengan pemilihan pelatih potensial untuk setiap nomor pertandingan.
Para pelatih terpilih kemudian akan bertanggung jawab dalam memilih komposisi atlet terbaik dari setiap nomor gim yang dipertandingkan. Pemilihan ini akan mempertimbangkan kemampuan, mentalitas, jam terbang, serta rekam jejak prestasi para calon atlet. PB ESI yakin bahwa pemain dan pelatih yang terpilih memiliki kualifikasi mumpuni untuk bersaing di level tertinggi.
Pendekatan ini memastikan bahwa tim nasional akan diisi oleh individu-individu yang tidak hanya memiliki keahlian teknis, tetapi juga ketahanan mental dan pengalaman kompetisi yang luas. Diharapkan, timnas Indonesia dapat bersaing secara kompetitif mulai dari babak kualifikasi hingga acara utama ENC 2026.
Advertisement
Advertisement
Pilar kedua strategi PB ESI berfokus pada penyusunan program pelatnas berbasis sports science. Glorya menekankan bahwa keunggulan individu saja tidak cukup untuk memenangkan kejuaraan sekelas ENC. Oleh karena itu, program pelatnas dirancang secara profesional dan berkelanjutan.
Program ini tidak hanya mencakup aspek teknis dan taktis permainan, tetapi juga pendekatan holistik terhadap kondisi atlet. Pelatnas akan mengintegrasikan kebugaran fisik, pemulihan, kesehatan mental (mental health), evaluasi nutrisi, hingga pendampingan psikolog olahraga.
Tujuan utama dari pelatnas ini adalah menyatukan para pemain bintang dari berbagai klub untuk membentuk satu kesatuan tim yang solid. Dengan demikian, mereka akan memiliki chemistry dan semangat juang yang sama untuk membela Merah Putih di kancah internasional.
Advertisement
Advertisement
Sebagai langkah awal menuju ENC 2026, timnas esports Indonesia akan berpartisipasi dalam SEA Esports Nation Cup 2026. Ajang regional ini dijadwalkan berlangsung pada 7-9 Mei 2026 di Ho Chi Minh City, Vietnam.
SEA Esports Nation Cup edisi perdana akan mempertandingkan lima gim utama dengan total sembilan nomor pertandingan, termasuk PUBG Mobile, Teamfight Tactics, Crossfire Legends, Total Football, dan Audition. Partisipasi ini menjadi kesempatan berharga untuk menguji strategi dan kesiapan tim sebelum ENC 2026.
Penunjukan PB ESI sebagai mitra resmi oleh Esports Foundation merupakan pengakuan internasional atas dedikasi PB ESI dalam membangun ekosistem gim kompetitif di Indonesia sejak tahun 2020. Hal ini sejalan dengan visi PB ESI untuk mewujudkan esports Indonesia mendunia.
Advertisement
Sumber: AntaraNews