PB Alkhairaat Genjot Akreditasi Satuan Pendidikan, Tingkatkan Mutu dan Jawab Tantangan Era Digital

Pengurus Besar (PB) Alkhairaat serius mempersiapkan akreditasi seluruh satuan pendidikannya di Sulawesi Tengah. Langkah ini menjadi kunci peningkatan mutu pendidikan serta menjawab kekhawatiran orang tua di era digital.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
PB Alkhairaat Genjot Akreditasi Satuan Pendidikan, Tingkatkan Mutu dan Jawab Tantangan Era Digital
Pengurus Besar (PB) Alkhairaat serius mempersiapkan akreditasi seluruh satuan pendidikannya di Sulawesi Tengah. Langkah ini menjadi kunci peningkatan mutu pendidikan serta menjawab kekhawatiran orang tua di era digital. (AntaraNews)

Pengurus Besar (PB) Alkhairaat secara proaktif memulai persiapan akreditasi bagi seluruh satuan pendidikan yang berada di bawah naungannya. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh di lingkungan Alkhairaat. Proses akreditasi ini bukan sekadar formalitas belaka, melainkan upaya sistematis untuk menata administrasi, program, dan sistem sekolah.

Ketua Majelis Pendidikan PB Alkhairaat, Yusri, menyampaikan bahwa akreditasi adalah langkah strategis untuk memastikan program pendidikan berjalan efektif dan terukur. Sosialisasi persiapan akreditasi telah digelar di Gedung PB Alkhairaat, Palu, pada Kamis lalu. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait dari seluruh Sulawesi Tengah.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kebutuhan mendesak untuk memperbaiki mutu pendidikan dan menjawab tantangan zaman. Melalui akreditasi, PB Alkhairaat bertekad untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan akhlak mulia.

Akreditasi Sebagai Pilar Peningkatan Mutu Pendidikan

Yusri menegaskan bahwa akreditasi harus dimaknai sebagai upaya perbaikan komprehensif, bukan sekadar pemenuhan dokumen administratif. Dengan proses yang benar, setiap sekolah diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan secara signifikan. Hal ini juga menjadi kunci untuk menjawab kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap lembaga pendidikan.

Menurutnya, banyak program pendidikan yang belum memiliki tindak lanjut yang jelas, sehingga akreditasi menjadi salah satu cara untuk mengimplementasikannya. Akreditasi akan membantu menata ulang sistem dan program agar lebih terstruktur dan berkelanjutan. Ini adalah fondasi penting untuk mencapai standar pendidikan yang lebih tinggi.

Pentingnya membangun karakter peserta didik di tengah arus deras era digital juga menjadi sorotan utama. Fenomena perubahan perilaku anak akibat teknologi dipandang sebagai peluang bagi sekolah Alkhairaat untuk tampil sebagai solusi. Sekolah harus mampu membekali siswa dengan nilai-nilai moral dan spiritual yang kuat.

“Kita harus mampu menjawab kekhawatiran orang tua. Anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak, kemampuan mengaji, berceramah, hingga berbahasa Arab. Kalau ini tercapai, masyarakat pasti percaya pada sekolah kita,” kata Yusri menegaskan.

Tantangan dan Harapan di Lapangan Pendidikan Alkhairaat

Di sisi lain, Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Alkhairaat Biromaru, Kabupaten Sigi, Astia, memaparkan kondisi riil madrasah yang dipimpinnya. Ia mengungkapkan bahwa jumlah peserta didik di MI tersebut terus meningkat, bahkan mencapai 183 siswa, menjadikannya salah satu sekolah favorit di wilayahnya.

Namun, peningkatan jumlah siswa belum diimbangi dengan ketersediaan sarana prasarana yang memadai. Dari total delapan ruang yang dimiliki, satu di antaranya bahkan terpaksa digunakan sebagai ruang belajar darurat. Keterbatasan ini menjadi kendala serius dalam memberikan fasilitas belajar yang optimal.

“Kendala utama kami ada pada keterbatasan ruang dan lokasi yang sempit,” ungkap Astia. Kondisi ini cukup memprihatinkan, mengingat tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak-anak mereka di MI Alkhairaat Biromaru. Solusi mendesak sangat diperlukan untuk mengatasi masalah ini.

Astia berharap adanya perhatian dan kunjungan langsung dari Ketua Umum PB Alkhairaat untuk melihat kondisi madrasah tersebut. Kunjungan ini diharapkan dapat mendorong solusi konkret terhadap keterbatasan fasilitas yang ada. Ia juga menyampaikan harapannya agar rencana bantuan pembangunan sarana pendidikan dapat segera terealisasi, meskipun dihadapkan pada kendala lokasi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi