Bek Persija Jakarta, Paulo Ricardo, menegaskan pentingnya menjaga fokus di setiap pertandingan yang akan datang. Pernyataan ini muncul setelah timnya, Macan Kemayoran, sedikit menjauh dari persaingan ketat menuju gelar juara BRI Super League 2025/2026. Kekalahan terbaru dari Bhayangkara Presisi Lampung FC dengan skor 2-3 menjadi pukulan telak bagi ambisi Persija.
Hasil minor tersebut membuat Persija kini terpaut sembilan poin dari pimpinan klasemen sementara, Persib Bandung, dengan delapan pertandingan tersisa. Paulo Ricardo menekankan bahwa pendekatan terbaik adalah fokus penuh pada satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Dengan strategi ini, tim diharapkan dapat mencapai target yang telah ditetapkan di awal musim.
Kekalahan dari Bhayangkara Presisi Lampung FC memperpanjang rekor tanpa kemenangan Persija menjadi tiga laga terakhir. Laju negatif ini tidak hanya menjauhkan mereka dari Persib, tetapi juga membuat selisih lima poin dengan Borneo FC yang berada di posisi kedua. Kini, Persija bertekad meraih kemenangan saat menjamu Persebaya Surabaya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Sabtu (11/4) malam pukul 19.00 WIB, sebagai upaya untuk kembali ke jalur kemenangan.
Advertisement
Advertisement
Persija Jakarta menghadapi periode krusial di sisa delapan pertandingan BRI Super League 2025/2026. Dengan selisih sembilan poin dari pemuncak klasemen Persib Bandung, setiap laga menjadi final bagi skuad Macan Kemayoran. Performa inkonsisten dalam tiga pertandingan terakhir telah menghambat upaya mereka mendekati papan atas.
Kekalahan dari Bhayangkara Presisi Lampung FC menjadi alarm bagi tim asuhan Thomas Doll. Posisi Persija di klasemen sementara kini semakin sulit, dengan Borneo FC juga unggul lima poin di atas mereka. Oleh karena itu, laga kandang melawan Persebaya Surabaya menjadi sangat vital untuk mendongkrak moral dan posisi tim.
Paulo Ricardo dan rekan-rekannya menyadari bahwa tekanan untuk meraih kemenangan sangat besar. Mereka harus menunjukkan mental juara dan fokus penuh untuk mengamankan tiga poin. Kemenangan atas Persebaya diharapkan dapat menjadi titik balik bagi Persija dalam perburuan gelar juara musim ini.
Advertisement
Advertisement
Misi meraih kemenangan atas Persebaya Surabaya tidak akan mudah bagi Persija, mengingat badai cedera dan sanksi yang menimpa beberapa pemain kunci. Tim tuan rumah dipastikan kehilangan bek tangguh Jordi Amat yang harus absen karena sanksi kartu merah. Selain itu, Thales Lira juga tidak bisa bermain akibat akumulasi kartu kuning.
Daftar absen semakin panjang dengan tidak tampilnya Shayne Pattynama karena sakit, serta Mauro Zijlstra yang masih dalam masa pemulihan cedera. Situasi ini tentu menjadi tantangan berat bagi pelatih untuk meracik strategi terbaik. Namun, Paulo Ricardo tetap optimis dengan kedalaman skuad yang dimiliki Persija.
“Walaupun ada beberapa pemain yang absen, tapi itulah kenapa kami punya skuad yang bagus, banyak pemain berkualitas,” ujar Paulo Ricardo. Ia menambahkan bahwa pemain yang jarang mendapatkan kesempatan pun siap untuk memberikan yang terbaik. Harapan besar disematkan agar tim bisa tampil maksimal dan meraih kemenangan demi para suporter setia.
Advertisement
Advertisement
Paulo Ricardo, yang didatangkan pada putaran kedua BRI Super League, baru mencatatkan tiga penampilan bersama Persija Jakarta. Satu-satunya kesempatan sebagai starter ia dapatkan dalam laga terakhir saat Persija takluk 2-3 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC. Meskipun demikian, pengalamannya di berbagai liga internasional menjadi aset berharga bagi tim.
Persija merupakan klub kesembilan dalam karier profesional Paulo Ricardo, dan Indonesia menjadi negara keenam tempat ia berkarier di dunia sepak bola. Sebelumnya, ia pernah merasakan atmosfer kompetisi di Brasil, Swiss, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Finlandia. Pengalaman ini termasuk bermain di Liga Konferensi Eropa sebelum bergabung dengan Macan Kemayoran.
Mengomentari perbedaan sepak bola di Indonesia dengan negara lain, Paulo Ricardo menyatakan, “Perbedaannya mungkin ada di aspek taktik, tapi secara umum sepak bola di mana pun itu sulit, bukan berarti keras, tapi sulit untuk meraih kemenangan.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa adaptasi terhadap gaya bermain dan tantangan di Liga Indonesia membutuhkan fokus dan kerja keras yang sama.
Advertisement
Sumber: AntaraNews