DS (24), ibu muda yang ditemukan tewas bersama YM (25), suaminya, di rumah kontrakan di Kampung Jati Warung Kobak RT 01 RW 01, Desa Pasirgombong, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, kerap mendapat perlakuan kasar semasa hidupnya.
Puji (26), kakak kandung DS mengatakan, sebelumnya korban pernah bercerita mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Korban mendapat perlakuan kasar hingga kekerasan fisik dari suaminya tersebut.
"Pendiam sih orangnya, tapi pernah ngomong kalau suka main tangan lakinya (suaminya), saya dulu juga udah pernah nengokin," kata Puji, Rabu (26/2).
Kekerasan fisik yang dialami DS tidak hanya sebatas dipukul. Tapi, korban yang kala itu sedang hamil juga pernah mengalami penganiayaan oleh suaminya hingga akhirnya keguguran sebanyak tiga kali.
"Pernah keguguran, perutnya ditekan sama si laki (suaminya), tiga kali keguguran, main tangan (suka mukul) juga, pernah diseret juga di kontrakan yang kejadian itu," ungkap Puji.
DS dan YM menikah sejak tiga tahun lalu. Pasangan suami istri (pasutri) itu telah dikaruniai satu orang putri yang kini baru berusia satu tahun.
Puji mengatakan, saat pasutri tersebut mengembuskan napas terakhirnya, anak semata wayang mereka tidak berada di rumah kontrakan, melainkan berada di rumah orang tua DS.
Diberitakan sebelumnya, warga Kampung Jati Warung Kobak digegerkan dengan penemuan jasad pasangan suami istri yang sudah membusuk di dalam rumah kontrakan, Selasa (25/2).
Jasad suami berinisial YM (25) ditemukan dengan posisi tergantung di dalam kamar mandi. Sedangkan DS (24), istrinya dtemukan sudah tak bernyawa di atas kasur terbungkus selimut.
Awal mula pasangan suami istri itu ditemukan tewas ketika tetangganya curiga karena pasangan muda tersebut tidak terlihat keluar kontrakan sejak Minggu (23/2). Tetangga korban kemudian meminta ke pemilik kontrakan untuk membuka pintu nomor C8.
Kapolres Metro Bekasi Kombes Mustofa mengatakan, dari hasil pemeriksaan di TKP tidak ditemukan luka atau tanda-tenda bekas penganiayaan pada jasad DS. Sedangkan pada jasad YM, petugas menemukan luka sayatan di lengan kiri dan di pelipis.
"Kalau di pemeriksaan luar dari suami atau YM memang ditemukan ada sayatan di lengan kiri atau urat nadi dengan luka di pelipis, serta dalam kondisi korban tergantung, itu hasil pemeriksaan," katanya.
Dugaan sementara pasangan suami istri itu sudah tewas sejak dua hari lalu. Namun untuk memastikannya, kedua jasad tersebut dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjati untuk diautopsi.
Advertisement