Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pasien percaya colong bantal & sendok dari RS bawa kesembuhan

Pasien percaya colong bantal & sendok dari RS bawa kesembuhan Ganjar jenguk wartawan di RSUD Semarang. ©2014 merdeka.com/parwito

Merdeka.com - Pengelola Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Semarang gerah dengan ulah pasien-pasien yang mereka tangani. Sebabnya, sebagian besar pasien sering kali mengambil barang milik rumah sakit untuk dibawa pulang.

"Saya juga heran. Kenapa banyak setiap pasien yang sudah sembuh dan pulang ke rumah, mereka kalau tidak membawa sendok, piring, bantal atau pun guling yang bekas mereka pakai. Kepercayaan mereka dengan membawa barang-barang sepele itu, mereka tidak akan sakit lagi dan kembali dirawat di rumah sakit ini," ujar Wakil Direktur Bidang Keuangan RSUD Kota Semarang, Sutrisno, Jumat(21/2).

Sutrisno menyampaikan keluhannya ketika Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjenguk pasien di RSUD tersebut. Menurut dia, mitos atau kepercayaan untuk mengambil barang atau mengutil inventaris rumah sakit itu datang dari pasien-pasien yang berasal dari daerah pinggiran Kota Semarang. Mitos itu terjadi sejak tahun 1993, dimana RSUD itu pertama berdiri dan beroperasi.

Dalam satu bulan, sendok milik RSUD yang hilang atau dikutil bisa sekitar 30 hingga 50 sendok. Tak jauh berbeda jumlahnya dengan bantal dan guling inventaris rumah sakit yang hilang lantaran dibawa pulang pasien.

"Selama satu bulan, akibat aksi 'ngutil' dari para pasien ini pihak rumah sakit mengalami kerugian kurang lebih hanya satu juta rupiah saja. Terus terang kami tidak mencashkan biaya barang-barang yang diambil. Hal ini kami lakukan karena kami menyadari ini adalah mitos dan kepercayaan. Bukan unsur kriminal yang dilakukan secara sengaja oleh para pasien tersebut Selain itu kita hitung sebagai resiko kehilangan," jelas Sutrisno.

Menanggapi keluhan tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tampak manggut-manggut. Ganjar berharap mitos-mitos dan kepercayaan itu harus dihilangkan secara perlahan-lahan. Selain merugikan pihak rumah sakit, mitos itu juga berdampak buruk bagi psikologis pasien.

(mdk/ian)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP