Parade Ogoh-ogoh Sanur Metangi 2026: Seni Budaya Bali Memukau Wisatawan di Pantai Mertasari

Desa-desa adat di Sanur bersatu menggelar Parade Ogoh-ogoh Sanur Metangi 2026, sebuah ajang kreativitas budaya yang siap memukau wisatawan dan mempererat persatuan pemuda di kawasan wisata Pantai Mertasari.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Parade Ogoh-ogoh Sanur Metangi 2026: Seni Budaya Bali Memukau Wisatawan di Pantai Mertasari
Desa-desa adat di Sanur bersatu menggelar Parade Ogoh-ogoh Sanur Metangi 2026, sebuah ajang kreativitas budaya yang siap memukau wisatawan dan mempererat persatuan pemuda di kawasan wisata Pantai Mertasari. (AntaraNews)

Sejumlah desa adat di Sanur, di bawah koordinasi Yayasan Pembangunan Sanur, bersatu padu menghadirkan Parade Ogoh-ogoh bertajuk Sanur Metangi. Acara ini akan berlangsung di kawasan wisata Pantai Mertasari, Denpasar.

Ketua Yayasan Pembangunan Sanur, Ida Bagus Gde Sidharta Putra, menjelaskan bahwa parade ini bertujuan mendukung berbagai kegiatan kemasyarakatan. Ini meliputi aktivitas kepemudaan hingga pariwisata, sekaligus mengenalkan seni budaya Bali kepada wisatawan.

Puncak kegiatan Parade Ogoh-ogoh Sanur Metangi dijadwalkan pada 11-12 Maret 2026 di Pantai Mertasari Sanur. Umumnya, wisatawan di kawasan Sanur menyukai aktivitas wisata budaya, sehingga parade ini diharapkan menjadi hiburan gratis yang menarik perhatian mereka.

Parade Ogoh-ogoh Sanur Metangi didukung oleh berbagai pihak, termasuk Desa Adat Intaran, Desa Adat Sanur, dan Desa Adat Penyaringan. Turut serta juga Desa Sanur Kaja, Kelurahan Sanur, Desa Sanur Kauh, serta organisasi pemuda seperti Sabha Yowana Sanur dan Karang Taruna.

Ketua panitia, Ida Bagus Prajiskana Jisnu, menambahkan bahwa ajang kreativitas ini mengusung konsep Samuhita. Konsep ini berarti menyatukan seluruh elemen menjadi satu kesatuan, merangkul pemuda lintas banjar di Sanur.

Tujuan utamanya bukan sekadar lomba, melainkan ajang untuk menyatukan dan menunjukkan kekompakan Sanur. Semangat kebersamaan ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan kreativitas pemuda.

Sanur Metangi 2026 diharapkan dapat memperkuat citra Sanur sebagai kawasan wisata yang tetap berakar kuat pada tradisi budaya Bali.

Parade Ogoh-ogoh Sanur Metangi ini juga dinilai dan dilombakan, dengan penjurian yang ketat berdasarkan sistem nilai pakem. Penilaian mencakup aspek-aspek seperti pakaian hingga aksesori penunjang ogoh-ogoh.

Pemuda diharapkan melakukan riset mendalam mengenai detail seperti bentuk dan warna gelungan ogoh-ogoh. Hal ini mendorong mereka untuk mendalami seni dan tradisi.

Parade ini menggabungkan berbagai seni, mulai dari seni patung untuk penggarapan ogoh-ogoh hingga seni tabuh sebagai pengiringnya. Ada pula seni tari dalam fragmen, karawitan, dan pakaian adat yang memperkaya pertunjukan.

Proses penilaian awal telah dilakukan pada 1 Maret 2026 terhadap 27 banjar di Sanur. Setelah seleksi ketat oleh lima juri independen dari luar Sanur, terpilih 20 banjar yang masuk nominasi untuk tampil di parade utama.

Dua puluh banjar finalis tersebut merupakan perwakilan dari berbagai wilayah, termasuk enam banjar dari Desa Dinas Sanur Kaja dan enam banjar dari Kelurahan Sanur. Delapan banjar lainnya berasal dari Sanur Kauh, yang memang memiliki jumlah banjar lebih banyak.

Parade puncak dijadwalkan pada 12 Maret 2026 di kawasan Stock File Pantai Mertasari. Sehari sebelumnya, panitia juga akan menggelar penilaian ogoh-ogoh mini dan tapel, serta diskusi sejarah Sanur dengan tokoh-tokoh yang memahami perkembangan Sanur.

Pada malam parade, 20 ogoh-ogoh akan tampil sesuai nomor undian, lengkap dengan fragmentari dan baleganjur. Parade ini akan dimulai sekitar pukul 16.00 Wita, dengan total hadiah mencapai sekitar Rp50 juta.

Meskipun tamu VVIP dikenakan tiket Rp350.000, masyarakat dan umum dapat menyaksikan Parade Ogoh-ogoh Sanur Metangi secara gratis.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi