Gempa bumi magnitudo 4,1 yang mengguncang wilayah Kota Bogor pada Kamis (10/4) malam, tidak hanya membuat kaca-kaca bergetar, tapi juga memicu aksi nekat seorang remaja perempuan berinisial M (18) melompat dari lantai dua rumahnya karena panik. Akibatnya, dia mengalami luka di kaki dan langsung dilarikan ke rumah sakit.
Advertisement
Guncangan yang terasa kuat di banyak titik, termasuk hingga wilayah Depok, memicu kepanikan massal. Meski tidak menimbulkan kerusakan besar, gempa ini kembali menegaskan bahwa edukasi tentang kebencanaan adalah hal yang belum selesai di negeri rawan bencana ini.
"Gempa ini tidak mematikan. Tapi panik bisa. Kepanikan yang tidak terkendali justru memicu aksi-aksi berisiko tinggi. Ini pelajaran serius," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor Hidayatullah.
BPBD menekankan pentingnya pelatihan dan edukasi masyarakat tentang bagaimana menyelamatkan diri saat gempa. Bukan dengan lari sembarangan, apalagi lompat dari ketinggian.