Pabrik PCC di Solo paling banyak edarkan pil ke Kalimantan dan Sulawesi

Senin, 4 Desember 2017 19:10 Reporter : Arie Sunaryo
Pabrik PCC di Solo paling banyak edarkan pil ke Kalimantan dan Sulawesi Penggerebekan pabrik PCC di Solo. ©2017 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Kepala badan Narkotika Nasional (BNN) mengatakan, tablet mengandung paracetamol caffein carisoprodol (PCC) yang diproduksi di Solo diedarkan luas hampir seluruh wilayah Nusantara. Yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara hingga Jakarta.

"Yang terbanyak ya ke Kalimantan dan Sulawesi. Satu tablet dijual dengan harga Rp 4 ribu hingga Rp 5 ribu. Produksinya ini jutaan, luar biasa, sehari bisa 20 ribu sampai 50 ribu pil. Bisa lebih kalau bahan bakunya memadai. Pil ini sudah lama, 2013 Badan POM dan Menteri Kesehatan sudah melarang, tapi sampai saat ini masih berkeliaran. Di Kalimantan ini sasarannya anak-anak, ini berbahaya," beber Waseso di Solo, Senin (4/12).

pil pcc di solo

Waseso menegaskan, akan menindak secara hukum para tersangka pembuat dan pengedar PCC. Meskipun terkendala kewenangan antara Kementerian Kesehatan dan BPOM.

Sementara itu dalam penggerebekan di Solo, BNN mengamankan 7 tersangka. Yakni, Wildan Adhyastha (24) warga Grogol, Sukoharjo yang diduga sebagai koordinator dalam peredaran PCC di Soloraya. Wildan merupakan anak buah Sri Anggono alias Ronggo yang berhasil dibekuk di Semarang.

Keenam tersangka lainnya Jaja Isworo (22) warga Selogiri Wonogiri, Heri Dwimanto (22) warga Ngawi, Maryanto (48) warga Banyumas; Susilo (44) warga Sumedang, Suwardi (44) warga Ngawi dan Abid Khairul Asmi (19) warga m Grogol, Sukoharjo. [lia]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pil PCC
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini