One Pride MMA kembali menegaskan komitmennya dalam memajukan olahraga Mixed Martial Arts (MMA) di Indonesia, dengan rencana ambisius untuk tahun 2026. Organisasi ini akan menggelar empat seri Fight Night dan memperkenalkan inovasi baru melalui kelas Hystrike. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pertandingan, menjaga konsistensi kejuaraan, serta memperkuat pembinaan petarung nasional secara berkelanjutan.
Komite Olahraga Beladiri (KOBI), melalui Ketua Umum Anindra Ardiansyah Bakrie, secara tegas menyatakan dukungan penuh terhadap para atlet. KOBI bertekad untuk terus mendorong para petarung agar dapat berkompetisi di level yang lebih tinggi, sejalan dengan visi pengembangan karier jangka panjang mereka.
Inisiatif ini mencerminkan dedikasi One Pride MMA yang telah berusia 10 tahun untuk tetap amanah dalam menjalankan misinya. Dengan fokus pada pengembangan ekosistem MMA, One Pride MMA berupaya menciptakan jenjang karier yang jelas bagi para petarung, memastikan mereka memiliki jalur yang prospektif di dunia beladiri profesional.
Advertisement
Advertisement
Tahun ini, One Pride MMA memperkenalkan kelas Hystrike sebagai alternatif menarik dalam ekosistem pertarungan. Kelas baru ini menyajikan pertarungan berdiri murni, menghilangkan elemen ground fight atau submission yang biasa ditemukan dalam MMA tradisional. Konsep ini dirancang untuk menonjolkan seni beladiri berdiri yang paling murni, memberikan ruang bagi para striker untuk menunjukkan keahlian mereka.
Rule set Hystrike menggabungkan teknik terbaik dari berbagai disiplin, termasuk boxing, kickboxing, muay thai, hingga karate. Pertarungan dalam kelas ini akan berlangsung dalam tempo tinggi, menuntut akurasi, timing, serta mental baja dari para petarung. Menurut Suwardi, Chief Combat Officer One Pride MMA, Hystrike adalah tentang keberanian untuk terus berdiri saat tekanan mencapai puncaknya.
Selain inovasi Hystrike, One Pride MMA juga akan menggelar empat seri Fight Night sepanjang tahun 2026. Penyelenggaraan rutin ini menjadi bukti konsistensi One Pride MMA dalam menyediakan platform bagi para petarung untuk berkompetisi. Setiap Fight Night diharapkan dapat menyajikan pertarungan-pertarungan berkualitas tinggi yang menarik perhatian penggemar MMA di seluruh Indonesia.
Advertisement
Advertisement
Divisi Combat One Pride MMA tahun ini melakukan penyesuaian dengan menonaktifkan beberapa kelas, yaitu welter, woman class, atom, dan strawweight. Perubahan ini dilakukan untuk lebih memprioritaskan empat divisi utama yang dianggap memiliki potensi pengembangan lebih besar. Divisi yang menjadi fokus utama adalah kelas terbang, bantam, bulu, dan ringan, guna memastikan kualitas dan kedalaman persaingan di kelas-kelas tersebut.
Dari total 450 petarung yang terdata dalam database One Pride MMA, sebanyak 50 fighter telah terpilih menjadi roster inti untuk tahun 2026. Proses seleksi ini dilakukan secara ketat, mempertimbangkan performa pertandingan, rekam jejak kemenangan, serta usia produktif para atlet. Pemilihan roster inti ini bertujuan untuk memastikan hanya petarung terbaik yang mendapatkan kesempatan berkompetisi di level tertinggi.
Ketua Umum KOBI, Anindra Ardiansyah Bakrie, secara konsisten menekankan pentingnya jenjang karier bagi para petarung. Dukungan KOBI terhadap One Pride MMA bertujuan untuk memastikan bahwa para atlet memiliki jalur yang jelas untuk berkembang. Hal ini sejalan dengan upaya One Pride MMA untuk tidak hanya fokus pada pertarungan, tetapi juga pada pengembangan karier jangka panjang para talenta beladiri nasional.
Advertisement
Advertisement
One Pride MMA juga menghadirkan "One Pride PHYSICAL" sebagai ajang pengujian fisik para petarung. Program ini dirancang untuk memastikan kesiapan bertanding di level tertinggi, bukan sekadar lomba lari atau angkat beban biasa. One Pride PHYSICAL mensimulasikan tuntutan fisik dari sebuah pertarungan kejuaraan, namun tanpa kontak pukulan langsung, sehingga fokus pada daya tahan dan kekuatan.
Penentuan lawan bagi peserta One Pride PHYSICAL tidak dilakukan secara acak, melainkan merujuk langsung pada daftar rivalitas resmi di fight card OP89. Pendekatan ini menambah intensitas dan relevansi pengujian, karena petarung akan diuji dalam konteks persiapan menghadapi lawan spesifik mereka. Ini juga menjadi bagian dari strategi One Pride MMA untuk membangun narasi pertarungan yang lebih mendalam.
Seri OP89 akan berlangsung pada tanggal 11 April mendatang, bertempat di HW Superhouse Satrio, Jakarta. Acara ini akan menampilkan laga utama yang sangat dinantikan, yaitu perebutan gelar kelas ringan antara Windri Patilima (11-2-0) dan Ronald Mastrana Siahaan (8-2-0). OP89 akan disiarkan secara eksklusif melalui sistem pay-per-view di platform Vidio, yang merupakan mitra resmi penyiaran OTT One Pride MMA.
Advertisement
Sumber: AntaraNews