Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Nobar film G30S PKI di Samarinda, pelajar SMA tak tahu nama Panglima TNI

Nobar film G30S PKI di Samarinda, pelajar SMA tak tahu nama Panglima TNI Nobar film PKI di Samarinda. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Sekira 4.000 orang menghadiri acara menonton bareng alias nobar film G30S PKI, di Convention Hall Samarinda, Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (30/9) siang. Selain nobar, diadakan doorprize mulai televisi hingga sepeda motor seusai acara.

Ribuan orang itu berasal dari berbagai kalangan, baik pelajar SMA, mahasiswa, ormas, hingga masyarakat umum. Diawali dengan ragam sambutan, pemutaran film yang dimulai pukul 11.15 Wita, berakhir sekitar pukul 12.13 Wita.

Usai nobar, giliran pembagian doorprize. Satu per satu peserta nobar yang memegang tiket doorprize, mendapatkan hadiah hingga sepeda motor. Namun, ada juga hadiah uang saku, di antaranya salah satu pengusaha ternama di Samarinda, Jos Soetomo.

nobar film pki di samarinda

Sebelum memberikan uang saku, dia bertanya kepada seorang siswi SMA. "Siapa nama Panglima TNI?" kata Jos.

Siswi itu, sempat bengong, sehingga juga sempat ditertawakan seisi CHS. Meski akhirmya, sang pengusaha membisikkan nama Gatot, kepada siswi itu.

"Jenderal TNI Gatot Nurmantyo," kata siswi itu menirukan omongan Jos Soetomo.

Secara umum hingga sore tadi, acara nobar berlangsung sukses. Selain Pangdam VI Mulawarman Mayjend TNI Sonhadji beserta jajaran Kodam VI Mulawarman dan Korem 091 ASN, juga dihadiri Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak dan pejabat Pemprov Kaltim hingga Polri.

Usai acara, Sonhadji mengapresiasi semangat generasi muda, menonton bareng film G30S/PKI. "Masyarakat generasi muda harus tahu sejarah. Bahwa, peristiwa ini pernah terjadi," kata Sonhadji.

"Jadi, mereka yang lahir tahun 90 ke atas, dan pada saat sekolah tidak mendapatkan pelajaran sejarah, termasuk prajurit TNI, sebenarnya nobar ini dari markas dulu untuk prajurit, PNS di satuan. Tapi masyarakat meminta, apa boleh buat?" ujar dia.

"Saya termotivasi, dari zaman dulu, bagaimana beratnya perjuangan pahlawan kita di masa lampau. Tapi saya sangat sedih, karena adanya pengkhianatan dari orang-orang itu," kata Rizky, salah seorang pelajar peserta nobar dari salah satu SMA.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP