Ngabalin Jelaskan Kemungkinan Tak Ada Lagi Posisi Jubir Presiden
Merdeka.com - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin menjelaskan, kemungkinan tak ada lagi posisi Juru Bicara Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah Fadjroel Rachman menjadi Dubes RI. Dia bilang, selama ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menyampaikan pernyataannya secara langsung ke masyarakat.
"Bisa jadi (presiden tidak tunjuk jubir lagi). Pertama tentu, seberapa jauh tingkat urgensi dan kebutuhan yang nanti pak presiden lihat, karena selama ini juga berjalan normal saja kan," katanya kepada wartawan, Senin (28/6).
"Selama ini kan bapak presiden untuk bisa memberikan kepastian kepada publik dan masyarakat beliau secara langsung menyampaikan kepada masyarakat, kepada publik," tambah dia.
Ali mengatakan, selain jubir presiden, KSP maupun staf khusus presiden juga membantu komunikasi publik di Istana. Kata dia, mereka menjelaskan kepada publik dari apa yang telah disampaikan dan dikerjakan oleh kepala negara.
"Sehingga apa yang menjadi pertanyaan di tengah masyarakat itu dengan mudah dan gampang karena mendapatkan elaborasi penjelasan itu kepada masyarakat melalui kantor staf presiden," ucapnya.
Meski begitu, lanjut dia, posisi jubir presiden sangat tergantung pada kebutuhan dan hak prerogatif presiden. Menurutnya, selama ini komunikasi publik istana berjalan baik dengan unit yang ada.
"Karena selama ini kan juga berjalan dengan baik tanpa ada halangan, sehingga apakah nanti bapak presiden mau menunjuk lagi juru bicara baru dengan staf khusus Komunikasi itu tentu Bapak Presiden yang tahu dan seberapa tahu tingkat kebutuhannya jadi tidak ada masalah," tutup Ali.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya