Nelayan hilang di tengah laut, mesin perahu tetap hidup
Merdeka.com - Seorang nelayan di Aceh bernama Abdurrahman (45), warga desa Gampong Jawa, Banda Aceh dinyatakan hilang saat melaut Minggu (15/12). Sementara perahu miliknya masih dalam kondisi hidup saat ditemukan oleh nelayan yang melintas.
Nelayan yang menemukan perahu itu merasa heran ada perahu yang tidak berpenghuni berjalan tanpa arah tujuan. Karena merasa ganjil, Abdulmanaf langsung mendekati perahu dan ternyata tak ada orangnya.
"Karena menaruh curiga, seorang nelayan mendekati perahu yang tidak berpenghuni tersebut dan nelayan yang menemukan itu mengenal bahwa itu perahu abang saya," kata adik kandung korban, Rahmad usai mencari korban bersama tim Basarnas Aceh, Selasa (17/12).
Lantas nelayan itu membawa pulang perahu korban ke daratan dan menanyakan pada keluarga pemilik perahu tersebut apakah korban ada di rumah. Ternyata, pemilik perahu juga tidak berada di rumah.
"Waktu itu ada nelayan, teman dia bawa pulang perahu ke darat, lalu ditanya apa Abdurrahman ada di rumah," imbuhnya.
Menurut Rahmad, ditemukan perahu yang masih hidup itu sekitar pukul 15.00 WIB pada Minggu. Saudara kandungnya itu memang kerap melaut sendiri dengan perahu pancing.
"Biasanya abang pergi pagi ini, besok pagi baru pulang lagi. Kami juga merasa kaget dapat informasi abang hilang," katanya.
Kata Ramhat, saudara kandung itu meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak. Dua orang di antaranya telah berkeluarga dan satu orang lagi masih duduk di SMP.
Saat ditanya apakah ada riwayat penyakit tertentu pada korban? Sepengetahuan Rahmad, saudara kandungnya itu tidak memiliki penyakit apapun. Bahkan, sebelum berangkat melaut, korban dalam kondisi sehat.
"Tidak ada gejala penyakit apapun sebelumnya," imbuhnya. Rahmad berharap petugas Basarnas bisa menemukan Abdurrahman.
Sementara itu, seorang petugas Basarnas Aceh, Maimun mengatakan, setelah mendapat laporan langsung dilakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dan menurunkan tim untuk menyisir di sejumlah lokasi dari titik awal keberadaan korban.
"Bergerak sekitar 08.30 WIB tadi, kita lakukan penyisiran di kawasan laut Aceh yaitu di Alue Naga menuju Ujung Pancu, Banda Aceh," jelas Maimun.
Sementara hasilnya masih nihil. Personel yang diturunkan, kata Maimun, ada lima orang dari Basarnas yang dibantu oleh nelayan setempat dua orang dengan menggunakan speedboat milik Basarnas.
"Sekarang belum ada kendala untuk pencarian, cuma hanya arus sedikit kencang," tutupnya. (mdk/did)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya