Negara-negara ini pernah melarang agama Baha'i

Minggu, 27 Juli 2014 09:01 Reporter : Muhammad Hasits
Negara-negara ini pernah melarang agama Baha'i tempat ibadah agama Bahai di India. ©2014 Merdeka.com/wikipedia

Merdeka.com - Agama Baha'i tengah menjadi perbincangan hangat di Indonesia, terutama belakangan ini. Padahal agama ini bukan agama baru.

Agama ini sudah ada sejak abad 19. Agama Baha'i lahir di Persia, sekarang dikenal dengan negara Iran.

Pada perjalanannya, agama ini menyebar luar ke banyak negara. Di antaranya, India, Jerman, Amerika Serikat, Panama, dan Australia. Penganut agama Baha'i kabarnya mencapai 6 juta orang di seluruh dunia.

Namun, tidak semua negara mengakui agama Baha'i ini. Ada negara-negara yang melarang ajaran agama Baha'i. Berikut ini ulasannya:

1 dari 4 halaman

Agama Bahai dilarang di Iran

Demo Iran. www.foxnews.com ?2012 Merdeka.com

Di negara tempat kelahirannya ini, agama Baha'i justru mendapatkan perlawanan keras. Di Iran, agama Baha'i dilarang. Bahkan pengikut agama Baha'i dieksekusi.

Para pemimpin Islam di Iran menganggap agama Baha'i bukanlah agama independen, melainkan agama yang menyimpang dari Islam. Pada medio 1978-1998, lebih dari 200 pengikut Baha'i dieksekusi.

Para ulama di Iran meminta agar penyebaran agama Baha'i dihentikan. Mereka mengatakan, pengikut dan penyebar agama Baha'i adalah musuh Allah SWT.

Untuk membatasi ajaran Baha'i, sekolah dasar Baha'i di Iran ditutup. Bahkan, larangan agama Baha'i ini dijadikan komoditas politik. Pemerintah saat itu melarang ajaran agama Baha'i lewat radio dan surat kabar nasional.

2 dari 4 halaman

Mesir

Simbol ruang ibadah bersama umat beragama. ?flickr.com

Tidak hanya di Iran, di Mesir pun agama Baha'i juga dilarang. Menurut hukum di Mesir sejak 1960, lembaga Baha'i dianggap ilegal.

Semua bentuk yang terkait dengan Baha'i dibekukan. Seperti perpustakaan, pemakaman dan pusat-pusat kegiatan Baha'i disita oleh pemerintah. Pemerintah telah mengeluarkan fatwa bahwa Baha'i telah menyimpang dan murtad.

Pada 1990-an, masyarakat Mesir penganut ajaran Baha'i juga tak bisa mengurus KTP. Karena pemerintah Mesir hanya mengakui dua agama yaitu Islam dan Kristen. Padahal dalam KTP harus mencantumkan identitas keagamaannya.

Akibatnya, para penganut agama Baha'i tidak bisa mengurus dokumen-dokumen lainnya seperti akta kelahiran, surat kematian, perkawinan atau perceraian dan paspor.

Biasanya, untuk menghindari itu para pengikut ajaran Baha'i berbohong dengan menuliskan agama Islam atau Kristen agar mendapatkan KTP. Sebab, jika tidak ada dokumen mereka tidak bisa bekerja.

3 dari 4 halaman

Irak

Warga Kurdi Irak memperlihatkan tinta di jari mereka usai melakukan pemungutan suara. alarabiya.net

Irak juga menjadi negara yang melarang agama Baha'i. Padahal pendiri agama ini, Baha'ullah pernah diasingkan ke Baghdad, Irak.

Di Irak, Baha'ullah pernah menyebarkan ajaran ini ke masyarakat di sana. Saat itu situasi negara sedang kacau.

Dia mulai mendidik dan menghidupkan kembali umat melalui tulisannya dan teladannya, dan beberapa Kitab suci Baha’i yang penting berasal dari masa Baghdad ini, seperti Kalimat Tersembunyi, Tujuh Lembah, dan Kitab-i-Iqan (Kitab Keyakinan).

Pada tahun 1863, di sebuah taman yang diberi nama Taman Ridwan, Baha’u’ll?h mengumumkan misinya kepada para pengikut Bab yang berada di Baghdad. Sejak itulah agama ini dikenal sebagai agama Baha’?.

Bahaullah dianggap sebagai Perwujudan Tuhan yang terbaru. Dia mengaku sebagai pendidik Ilahi yang telah dijanjikan bagi semua umat dan yang dinubuatkan dalam agama Kristen, Islam, Buddha, dan agama-agama lainnya. Dia menyatakan bahwa misinya adalah untuk meletakkan pondasi bagi persatuan seluruh dunia, serta memulai suatu zaman perdamaian dan keadilan, yang dipercayai umat Bahai pasti akan datang.

4 dari 4 halaman

Indonesia tak akui Bahai

Lukman Hakim Saifuddin dan SBY. ?2014 Merdeka.com/lukmansaifuddin.com

Sampai saat ini Indonesia tidak mengakui Baha'i sebagai sebuah agama. Baha'i masuk ke Indonesia sekitar tahun 1878.

Agama itu dibawa oleh dua orang pedagang dari Persia dan Turki, yaitu Jamal Effendi dan Mustafa Rumi. Berapa jumlah pemeluk Baha'i di Indonesia hingga saat ini tidak diketahui dengan pasti.

Namun menurut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, jumlah pemeluk agama Baha'i sudah ada di Indonesia. Di Banyuwangi 220 orang, Jakarta 100 orang, Medan 100 orang, Surabaya 98 orang, Palopo 80 orang, Bandung 50 orang, dan Malang 30 orang.

Pada 2009 lalu, agama ini sempat membuat heboh karena warga Tulungagung menolak keberadaan agama ini. Agama Baha'i ini dianggap sesat. [hhw]

Baca juga:
Ini ritual-ritual penganut Baha'i
Soal agama Baha'i, Kemenag tunggu pemerintahan baru
Mendagri tunggu penjelasan Menag soal agama Baha'i
Mengenal agama Baha'i yang sedang dikaji pemerintah Indonesia
Pemerintah kaji agama baru Baha'i

Topik berita Terkait:
  1. Agama Bahai
  2. Top List
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini