NasDem: Anies Jangan Takut Partai Koalisi Lari karena Pilih Cawapres

"Jadi Anies tidak perlu takut, akan ada anggota koalisi yang lari," ujar Waketum NasDem Ahmad Ali.

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
NasDem: Anies Jangan Takut Partai Koalisi Lari karena Pilih Cawapres
Hal itu disampaikan Anies setelah menggelar pertemuan dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Tim 8 KPP di Grand Hyatt, Jakarta Pusat, Kamis (24/8). (merdeka.com)

Sebab, Anies diberikan kewenangan penuh untuk memilih nama calon wakil presiden.

Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad Ali mengungkapkan bakalcapres Anies Baswedan, supaya tidak khawatir ditinggal partai koalisi. Sebab, Anies diberikan kewenangan penuh untuk memilih nama calon wakil presiden.


 "Jadi Anies tidak perlu takut untuk mengambil putra putri terbaik yang dimiliki bangsa ini untuk mendampingi dia tanpa dihantui rasa ketakutan akan ada anggota koalisi yang lari," ujar Waketum NasDem Ahmad Ali kepada wartawan, dikutip Rabu (23/8).
Dok. Istimewa
merdeka.com

Ali meyakinkan bahwa tidak ada gejolak di internal Koalisi Perubahan. Apabila posisi cawapres menjadi masalah, ia mengingatkan sudah disepakati bahwa Anies lah yang akan memilih. 

"Dari pembicaraan-pembicaraan dalam koalisi ini banyak hal telah dibicarakan banyak kesepakatan telah diambil. Termasuk bagaimana kemudian Anies Baswedan diberi kewenangan keleluasaan untuk mencari wakilnya," 

kata Ahmad Ali. 

Dok. Istimewa
merdeka.com

Sebagai calon presiden tentunya Anies dibebaskan memilih siapapun. Tetapi tentunya ada pertimbangan penting yaitu calon wakil presidennya harus menambah peluang menang. 

"Jadi Anies setelah mendapatkan wakilnya itu dia harus bisa menjelaskan secara ilmu pengetahuan statistik kenapa orang tersebut dia pilih apa karena bisa menambah suara dia, atau mempertebal dukungan mas Anies di wilayah yang masih lemah," 

ujar Ali.

Merdeka.com 

Dok. Istimewa
merdeka.com

Lantas, nama Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti (AHY) yang terus Demokrat dorong sebagai calon wakil presiden, NasDem tidak dalam posisi menolak.  

"Kalau demikian Anies bisa menjelaskan bahwa kenapa ambil AHY umpamanya, karena dia bisa umpamanya menambah. Kenapa dia tidak ambil AHY umpamanya karena dia belum bisa bahwa bukan kriteria yang diharapkan ditetapkan," 

kata Ali. 

Namun, siapapun yang bakal menjadi wakilnya Anies baik itu dari parpol atau non parpol harus orang mampu mengisi kekurangan Anies.  


 "Anies tidak menutup peluang dari kader-kader partai koalisi tapi tidak menutup peluang kader non koalisi. Ini semata-mata untuk wakil orang yang untuk mengisi kekurangan Anies di wilayah tertentu," jelasnya.
Rekomendasi