Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melaksanakan mutasi besar-besaran di awal tahun 2026. Sebanyak 85 perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) mengalami rotasi jabatan. Salah satu posisi strategis yang berganti adalah Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri.
Perubahan ini tertuang dalam dua Surat Telegram (ST) yang berbeda. ST Nomor ST/99/I/KEP./2026 tanggal 15 Januari 2026 mencakup 53 personel, sementara ST Nomor ST/143/I/KEP./2026 tanggal 22 Januari 2026 melibatkan 32 personel. Mutasi ini mencakup pengisian jabatan di Markas Besar (Mabes) Polri hingga tingkat kewilayahan.
Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, Karopenmas Divhumas Polri, menjelaskan bahwa mutasi merupakan bagian dari mekanisme pembinaan organisasi dan karier personel Polri. Tujuannya adalah penyegaran serta penguatan struktur untuk optimalisasi kinerja Polri.
Advertisement
Advertisement
Beberapa posisi penting di lingkungan Mabes Polri mengalami perubahan signifikan. Irjen Pol. Achmad Kartiko, yang sebelumnya menjabat Wakalemdiklat Polri, kini diamanahkan sebagai Kalemdiklat Polri. Pergeseran ini menunjukkan dinamika dalam struktur kepemimpinan di institusi pendidikan kepolisian.
Posisi Wakalemdiklat Polri yang ditinggalkan Irjen Pol. Achmad Kartiko kini diisi oleh Irjen Pol. Andi R. Djajadi. Sebelumnya, Irjen Pol. Andi R. Djajadi menjabat sebagai Kapolda Sumatera Selatan. Rotasi ini diharapkan membawa perspektif baru dalam pengembangan sumber daya manusia Polri.
Perhatian utama tertuju pada posisi Kadiv Humas Polri yang kini dijabat oleh Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir. Ia sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Papua Barat. Sementara itu, Kombes Pol. Abas Basuni naik menjadi Kapusjarah Polri dari sebelumnya Kayanma Polri.
Advertisement
Kombes Pol. Yudi Arkara Oktobera juga mengalami promosi. Ia yang sebelumnya Kabagpamwal Roprovos Divpropam Polri, kini menempati posisi Kayanma Polri. Mutasi ini menunjukkan adanya regenerasi dan pengisian jabatan sesuai kebutuhan organisasi.
Advertisement
Selain di Mabes Polri, mutasi jabatan juga menyentuh kepemimpinan di tingkat kewilayahan. Tiga Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) mengalami rotasi dalam mutasi Polri Januari 2026 ini. Perubahan ini penting untuk penyegaran kepemimpinan di daerah.
Irjen Pol. Sandi Nugroho, yang sebelumnya menjabat Kadiv Humas Polri, kini mengemban tugas sebagai Kapolda Sumatera Selatan. Pergantian ini menempatkan beliau pada posisi strategis di wilayah. Sementara itu, Brigjen Pol. Alfred Papare, mantan Kapolda Papua Tengah, kini menjabat Kapolda Papua Barat.
Posisi Kapolda Papua Tengah kini diisi oleh Kombes Pol. Jermias Rontini. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Irwasda Polda Papua. Rotasi ini diharapkan dapat memperkuat stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Papua.
Advertisement
Mutasi Kapolda merupakan langkah strategis Polri dalam memastikan efektivitas penegakan hukum. Hal ini juga bertujuan untuk meningkatkan pelayanan publik di berbagai daerah. Setiap Kapolda yang baru diharapkan segera beradaptasi dengan kondisi wilayahnya.
Advertisement
Secara keseluruhan, mutasi Polri ini mencakup delapan personel jabatan Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol). Selain itu, terdapat 15 personel jabatan Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) yang juga mengalami rotasi. Mutasi ini menunjukkan cakupan yang luas di berbagai tingkatan kepangkatan.
Sebanyak 29 personel jabatan Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) juga termasuk dalam daftar mutasi. Mereka terbagi menjadi 15 personel nivelering IIB1, sembilan personel nivelering IIB2, dan lima personel nivelering IIB3. Detail ini menunjukkan perencanaan karier yang terstruktur.
Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa “Mutasi jabatan adalah hal yang rutin dan wajar dalam organisasi Polri. Ini dilakukan sebagai bentuk penyegaran, penguatan struktur organisasi, serta pembinaan karier guna memastikan pelaksanaan tugas Polri berjalan optimal dan profesional.”
Advertisement
Melalui mutasi ini, diharapkan para pejabat yang mendapatkan amanah baru dapat segera menyesuaikan diri dan memberikan kontribusi terbaik dalam menjaga stabilitas dan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Sumber: AntaraNews