Momen Menarik Prabowo Ingin Berhenti Pidato Jelang Magrib: Nanti Saya Dimarahi Menag, Aku Presiden Tapi Tunduk

Prabowo lantas meminta izin terlebih dahulu kepada Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar yang hadir dalam acara itu untuk melanjutkan pidatonya.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Momen Menarik Prabowo Ingin Berhenti Pidato Jelang Magrib: Nanti Saya Dimarahi Menag, Aku Presiden Tapi Tunduk
Momen Menarik Prabowo Ingin Berhenti Pidato Jelang Magrib: Nanti Saya Dimarahi Menag, Aku Presiden Tapi Tunduk (Merdeka.com)

Ada momen menarik saat Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pengarahan kepada kepala sekolah dan guru Sekolah Rakyat di JIExpo Kemayoran Jakarta Pusat, Jumat (22/8) sore. Saat itu, Prabowo yang sedang berpidato ingin berhenti karena waktu sudah mendekati adzan maghrib.

"Cukup ya? Mau maghrib, mau maghrib. Nanti saya dimarahin Menag, saudara-saudara sekalian," kata Prabowo.

Prabowo lantas meminta izin terlebih dahulu kepada Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar yang hadir dalam acara itu untuk melanjutkan pidatonya beberapa menit. Prabowo menyampaikan meski dirinya Presiden, namun tetap tunduk dengan Menteri Agama.

"Menag, 5 menit masih bisa? Aku Presiden tapi kalau urusan agama, aku tunduk juga sama Menag," tutur Prabowo disambut tawa.

Kepala Negara Harus Tahu Wewenang yang Dimiliki

Prabowo menuturkan seorang kepala negara harus mengetahui wewenang yang dimiliki. Seorang kepala negara juga harus menyerahkan kepada yang lebih berkuasa di bidangnya.

"Kita harus tahu, mana wewenang kita, mana yang kita kurang berkuasa," ucap Prabowo.

Dia pun berterima kasih kepada anggota Kabinet Merah Putih. Prabowo mengingatkan peran penting Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan honorer.

"Jangan macam-macam sama Menteri PAN-RB, dia enggak tanda tangan, kalian enggak dapat apa-apa. Aku Presiden, kalau beliau tak tanda tangan, enggak jadi kalian semua," pungkas Prabowo.

Rekomendasi