Ada momen menarik saat Kepolisian Daerah (Polda) Riau melaksanakan kegiatan penanaman jagung di lahan 1 juta hektare secara serentak di seluruh Indonesia, bertempat di Lahan areal PT Tasma Puja Desa Kampar Kecamatan Kampa Kabupaten Kampar, Selasa (21/1).
Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal memimpin kegiatan penanaman jagung ini. Sambil mengenakan topi petani atau disebut caping, Iqbal satu persatu mengisi lobang di tanah dengan bibit jagung.
Iqbal mengatakan penanaman jagung serentak ini menjadi tanggung jawab bersama antara Polri, TNI, serta seluruh stakeholder terkait.
"Program ini adalah bagian dari program ketahanan pangan yang sangat penting. Polri memiliki tugas dalam mendukung penanaman jagung serentak, sementara TNI fokus pada penanaman padi. Kami semua bekerja bersama untuk mendukung keberhasilan program ini," kata Iqbal.
Di Provinsi Riau, program ini dilaksanakan dengan target luas lahan 259,35 hektare dari 12 kabupaten dan kota.
Penanaman jagung 1 juta hektare secara serentak di seluruh Indonesia ini dihadiri langsung oleh Mohammad Iqbal, Wakapolda Riau Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo, beserta PJU Polda Riau, dan Kapolres Kampar AKBP Ronald Sumaja.
Turut hadir juga Gubernur Riau yang diwakili oleh Pj Sekda Riau Taufik OH, General Manager PT Tasma Puja I Ketut Sukarwa, Kepala BPN Provinsi Riau, Kadis PKH Riau, Kadis Kelautan dan Perikanan, Kadis PTPH Riau, Kadisbun Riau, Kadis Perindagkop Riau, Kadis LHK Riau, Pimwil Perum Bulog Riau.
Lokasi berada di areal Kebun Kelapa Sawit PT Tasma Puja Desa Kampar, Kecamatan Kampa Kabupaten Kampar. Lahan yang disiapkan untuk untuk penanaman jagung sekitar 1 hektare.
"Kami optimis, karena adanya sinergi yang kuat antara berbagai pihak. Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, TNI, DPR, perusahaan-perusahaan seperti Gapki (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia), Perhutani, dan berbagai stakeholder lainnya sudah bekerja sama dengan baik," lanjut Iqbal.
Di Provinsi Riau, program ini dilaksanakan dengan target luas lahan 259,35 hektare dari 12 kabupaten/kota. Keberhasilan program ini tidak terlepas dari kerja keras seluruh pihak yang terlibat.
"Tahap pertama akan mencakup 86,22 hektare yang tersebar di 12 kabupaten/kota, dengan 53 lokasi yang siap dilaksanakan. Tahap kedua melibatkan 110,88 hektare di 18 titik lokasi, dan tahap ketiga mencakup 62 hektare di 16 lokasi," tutup Iqbal.