Mantan anggota kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM), Minanggeng Murib memutuskan untuk kembali kepangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Minanggeng menyatakan sumpah setia kepada tanah air Indonesia.
Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi mengatakan, momen Minanggeng kembali ke pangkuan ibu pertiwi dilakukan bersama keluarganya, Kepala Suku Abelom Kogoya, warga, dan tokoh agama setempat. Menurut Agung, Minanggeng dan keluarga saat itu mendatangi pos komando taktis Satuan Tugas (Satgas) 700/Wira Yudha Cakti (WYC) di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada Selasa (29/4).
Advertisement
Proses Kembali ke NKRI
Kedatangan Minanggeng dan keluarga disambut baik Satgas 700/WYC. Komandan Satgas 700/WYC Letkol Inf Geraldo Tabasonda mengapresiasi tokoh adat yang turut mendampingi proses upacara Minanggeng dan keluarga kembali ke NKRI tersebut. Dia berharap agar anggota kelompok bersenjata lainnya mengikuti jejak Minanggeng.
"Saya harap teman-teman Minanggeng Murib yang saat ini masih berada di hutan, bisa kembali pangkuan NKRI untuk membangun Papua yang damai," kata Geraldo dalam keterangannya, Rabu (3/5).
Geraldo menceritakan momen sakral mantan anggota OPM itu kembali ke NRKI. Dengan penuh keyakinan, Minanggeng segera meninggalkan seluruh atribut dan simbol yang berkaitan dengan OPM.
Kemudian mencium Sang Merah Putih dan menyampaikan ikrar serta sumpah setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, sesuai dengan keyakinannya sebagai seorang Nasrani.
Pada kesempatan tersebut, Minanggeng juga mengungkapkan harapannya untuk memulai kehidupan baru sebagai tukang kebun dan peternak. Ia juga berniat menikahi seorang gadis setempat demi membangun keluarga yang harmonis, layaknya warga Papua pada umumnya.