Modus Pacaran, Komplotan Penipu Diotaki Warga Afrika Kuras Uang Korban Rp15,8 Miliar

Jumat, 27 November 2020 22:31 Reporter : Bachtiarudin Alam
Modus Pacaran, Komplotan Penipu Diotaki Warga Afrika Kuras Uang Korban Rp15,8 Miliar Ilustrasi penipuan online. © technofaq.org

Merdeka.com - Polisi membongkar kasus penipuan dan pencucian uang dengan korban seorang wanita yang mengalami kerugian hingga Rp15,8 miliar. Lima pelaku ditangkap dalam kasus tersebut.

"Kasus penipuan tindak pidana pencucian uang yang terjadi sekitar April lalu, yang dialami oleh seorang wanita. Kerugiannya mencapai sekitar Rp15,8 miliar," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat (27/11).

Kelima tersangka diamankan Subdit 3 Ditreskrimum Polda Metro Jaya yakni F (40), warga negara Nigeria, Afrika. Kemudian ada HIT (35), BHT (21), R (40) dan WH (36) yang memiliki peran masing-masing.

"HIT dan BHT perannya melakukan penarikan uang di ATM. Lalu R yang menghitung uang setoran dari HIT dan BHT, sementara WH yang menerima uang yang dihitung tersebut," ujar dia.

Setelah selesai dihitung, lanjut Yusri, barulah kemudian uang diserahkan ke F sebagai tersangka lain warga negara Afrika yang telah merencanakan modus penipuan ini.

"Modusnya adalah si F ini berkenalan dengan korban di media sosial. Lama berkenalan kemudian dia pacari, mengakunya dia ada di Inggris, menggunakan bahasa Inggris yang fasih," jelasnya.

"Karena sudah kena di hati (korban) kemungkinan, mulailah bermain si F ini minta uang. Alasannya untuk urus asuransi milik almarhum orang tua F dan proyek. Selama tiga bulan itu F bisa raup uang korban sebesar Rp15,8 miliar," tambahnya.

Kemudian, Yusri menjelaskan jika uang yang berhasil diperas ditransfer secara berkala oleh korban. Selama pengiriman itu lah F meminta korban untuk mentransfer ke nomor rekening atas nama HIT dan BHT.

Sedangkan untuk tersangka WH bertugas membuka beberapa rekening beberapa bank atas nama HIT dan BHT. Sementara F mengenal para tersangka lain karena pernah bekerja di Indonesia beberapa waktu lalu.

"Setelah uang masuk ke BHT sama HIT diambil secara bertahap. Kemudian diserahkan ke R dan ke WH. Setelah itu baru kirim ke F sebagai yang rencanakan penipuan," katanya.

Dari kejahatan tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa sejumlah buku rekening dan kartu ATM berbagai bank, beberapa ponsel, modem dan paspor.

"Para tersangka dikenakan Pasal berlapis. Pasal 55, Pasal 56, Pasal 378, dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Ancaman maksimal 20 tahun penjara," kata Yusri.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com [gil]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Penipuan
  3. Ragam Konten
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini