Modus Ikut Salat Subuh, 4 Pasien Rehabilitasi di Muratara Rampok Pengurus Yayasan

Perampokan bermula saat para pelaku S, A, D, dan Y, pura-pura ikut salat Subuh berjemaah, Sabru (14/2).

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Modus Ikut Salat Subuh, 4 Pasien Rehabilitasi di Muratara Rampok Pengurus Yayasan
Modus Ikut Salat Subuh, 4 Pasien Rehabilitasi di Muratara Rampok Pengurus Yayasan (Merdeka.com)

Empat pasien rehabilitasi di Yayasan Cahaya Putra Anugerah nekat merampok pengurus yayasan di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan. Aksi tersebut diduga dilakukan saat situasi di lingkungan yayasan dalam kondisi lengang, hingga akhirnya kasus itu terungkap dan ditangani aparat kepolisian.

Satu pelaku ditangkap dan sisanya masih buron. Perampokan bermula saat para pelaku S, A, D, dan Y, pura-pura ikut salat Subuh berjemaah, Sabru (14/2). Salat diimami pengurus yayasan, AP, dan seorang pengurus lainnya berjaga-jaga.

Usai salat, pelaku S mendekati korban untuk salaman. Begitu korban mendekatkan tangannya, pelaku malah memukul dan menendang korban berkali-kali.

Sementara dua pelaku lain membekap pengurus lain dan seorang pelaku lagi mengambil kain untuk mengikat kedua korban. Pelaku S menodongkan obeng ke arah kedua korban untuk menyerahkan kunci pintu, kunci rolling door, dan kunci motor.

Begitu mendapatkan barang yang diminta, para pelaku membawa kabur ponsel, uang tunai Rp850 ribu, tas selempang, dan pakaian.

Mereka lantas kabur menggunakan motor Honda Beat milik yayasan. Kemudian motor itu digadaikan kepada seseorang seharga Rp2,5 juta. 

Mereka melarikan diri berpencar setelah membagi uang gadai.

Polisi yang mendapat laporan langsung bergerak. Pelaku S ditangkap saat hendak menumpangi bus di Palembang dengan maksud kabur ke Bali.

"Keempat pelaku merampok pengurus yayasan dengan modus ikut salat Subuh berjamaah," ungkap Kasi Humas Polres Muratara Ipda Darussalam, Selasa (17/2).

Tersangka S mengakui semua perbuatannya. Dia bersama tiga pelaku lain telah merencanakan perampokan dengan maksud kabur dari pusat rehabilitasi.

"Kami buru tiga pelaku lagi agar terungkap fakta lain di balik perampokan," kata Darussalam.

Rekomendasi