Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mitos pohon kelapa bercabang dua di pelataran parkir TIM

Mitos pohon kelapa bercabang dua di pelataran parkir TIM Pohon mistis di TIM. ©2014 merdeka.com/Muhammad Agil Aliansyah

Merdeka.com - Sebelum menjadi kawasan pendidikan seni dan kebudayaan, kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) dulu adalah kebun binatang pertama Jakarta. Umumnya orang menyebut Taman Raden Saleh (RTH). Tapi setelah diresmikan Gubernur Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kala itu, Ali Sadikin, tanggal 10 November 1968, kawasan ini resmi menjadi pusat kebudayaan dan kesenian Jakarta.

Meski telah bermetamorfosa menjadi kawasan pendidikan, tak lantas mengubah seluk beluk kawasan yang memiliki luas sekitar 9 hektare itu. Bahkan aura mistis masih saja kental terasa meski sudah 46 tahun bangunan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat ini, berdiri.

Ahmad Rifai, juru parkir yang setiap hari mangkal di TIM mengatakan, meski fungsi kawasan telah berubah total menjadi modern, suasana di sekitar masih saja membuat bulu kuduk berdiri. Itulah yang selalu dirasakannya usai mengitari TIM.

"Kalau saya selesai tugas sore, kalau malam suka keluar biasa cari angin. Cuma ya gitu kalau lewat di sekitar pedagang suka ada yang iseng juga," kata Ahmad, yang memiliki tempat tinggal di belakang TIM, kepada merdeka.com, Kamis (8/5) kemarin.

Lebih jauh dia menceritakan, di lahan yang kini dijadikan lapak dagang para penjual, dulunya ada pohon dengan dedaunan yang lebat. Bahkan pernah ada cerita yang sangat terkenal yakni pohon kelapa bercabang dua.

"Sekitar 80-an, dulu di sana (sambil menunjuk ke beberapa kedai warung) ada pohon kelapa bercabang 2. Kalau lewat depan pohon itu warga sering melihat hal mistis," ceritanya.

Lantaran warga merasa terganggu, akhirnya pohon ditumbuhi buah yang banyak mengandung air dan segar itu kemudian ditebang. "Cuma udah lama ditebang, pohon kelapa kan jarang yang bercabang dua," jelasnya.

Semenjak diubah menjadi kawasan kesenian dan kebudayaan, beberapa areal di kawasan itu sudah berubah menjadi tempat hiburan dan tempat kumpul para seniman warga umum.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP