Mayat pria tanpa kepala yang ditemukan di pesisir Pantai Cukuh Pandan, Tanggamus, Lampung, Selasa (15/7), mulai terkuak identitasnya. Keluarga asal Cilincing, Jakarta Utara, datang ke Polres Tanggamus setelah mengenali pakaian yang melekat di tubuh korban.
Kapolres Tanggamus, AKBP Rahmad Sujatmiko mengatakan, pihaknya telah mengambil sampel DNA dari ibu dan kakak korban sebagai pembanding.
“Kita telah melakukan pendampingan terkait pengecekan DNA, sebagai sampel pembanding. DNA yang kita ambil dari kakak kandung dan ibu kandung korban," kata Sujatmiko, Sabtu (19/7).
Dugaan kuat, jasad tersebut adalah pria yang hilang saat melaut pada 6 Juli lalu di sekitar Pulau Bidadari dan Pulau Kelor.
"Dari pengakuan keluarga korban, anaknya ini pada 6 Juli beli ikan di tengah laut, dan saat itu cuaca juga sedang tidak bagus dan badai saat malam hari," jelas Sujatmiko.
Pakaian yang dikenali jadi kunci identifikasi awal, dan kepolisian terus menggali keterangan saksi untuk memastikan penyebab kematian yang misterius ini.
Celana Dipakai Korban Diduga Pemberian Sang Ayah
Abu Umaya, orang tua dari korban mengatakan, jika sang anak yang hilang bernama Akbar Tanjung (24), warga Jalan Kalibaru Timur RT 13 RW 13, Cilincing, Jakarta Utara.
"Tahu dari celana pendek yang dipakai itu merupakan pemberian langsung dari saya,” ungkap Abu Umaya.
Menurutnya, Akbar Tanjung merupakan seorang nelayan sekaligus pembeli ikan, terakhir kali berkomunikasi dengan keluarganya pada 6 Juli 2025 sekitar pukul 17.56 WIB.
"Akbar sempat menelepon keluarga untuk menanyakan kabar keluarga sebelum berangkat melaut dan selanjutnya diinformasikan tenggelam diduga terpeleset dari perahu saat berada di perairan Pulau Bidadari dan Pulau Kelor, DKI Jakarta," jelasnya.
Setelah dilaporkan hilang, pencarian pun dilakukan selama 13 hari oleh tim Basarnas di wilayah perairan Jakarta, namun tidak membuahkan hasil. Pihaknya pun meyakini kuat bahwa jasad tanpa kepala yang ditemukan di pesisir Pantai Limau, Tanggamus, adalah Akbar Tanjung.
"Setelah melihat berita yang dikirim saudara saya, kami memutuskan datang ke Polres Tanggamus untuk memastikan," tandasnya.
Namun saat ini keluarga dan Polres Tanggamus masih menunggu hasil resmi pemeriksaan DNA untuk memastikan identitas jenazah tersebut secara ilmiah.