Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian baru-baru ini mendesak para pemimpin provinsi Maluku untuk segera menerapkan langkah-langkah strategis. Tujuannya adalah mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah tersebut hingga melampaui angka lima persen. Desakan ini disampaikan dalam upaya agar Maluku dapat melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.
Langkah percepatan ini menjadi krusial mengingat data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi Maluku mencapai 4,31 persen secara tahunan pada kuartal ketiga 2025. Angka ini meningkat dari 3,39 persen pada kuartal kedua. Tito Karnavian menegaskan bahwa pertumbuhan yang kuat mencerminkan aktivitas ekonomi masyarakat yang sehat dan dinamis.
Oleh karena itu, para pemimpin daerah diminta untuk serius memantau pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Hal ini penting guna memastikan anggaran tersebut selaras dengan target awal yang telah ditetapkan. Pengawasan APBD yang ketat diharapkan dapat mendorong perputaran uang dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Maluku.
Advertisement
Advertisement
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyoroti pentingnya pertumbuhan ekonomi Maluku yang lebih tinggi. Ia menekankan bahwa target di atas lima persen harus dicapai untuk kesejahteraan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi Maluku yang telah mencapai 4,31 persen pada kuartal ketiga 2025 menunjukkan potensi besar yang perlu terus ditingkatkan.
Karnavian menjelaskan bahwa pertumbuhan yang kuat adalah indikator vital dari kesehatan ekonomi publik. Ia mengingatkan bahwa jika pendapatan dan pengeluaran tidak bergerak sesuai target, jumlah uang yang beredar di masyarakat akan berkurang secara signifikan. Kondisi ini pada akhirnya dapat menyebabkan perlambatan ekonomi Maluku secara keseluruhan.
Pengawasan ketat terhadap eksekusi APBD menjadi kunci utama dalam memastikan dana publik tersalurkan secara efektif. Hal ini akan mendorong perputaran ekonomi dan mendukung percepatan pertumbuhan. Dengan demikian, pemerintah daerah diminta untuk proaktif dalam mengelola anggaran demi mencapai target yang ambisius tersebut.
Advertisement
Advertisement
Selain pengawasan APBD, Menteri Tito juga mendesak pemerintah daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Peningkatan PAD dapat dicapai dengan mendukung pertumbuhan sektor swasta secara berkelanjutan. Salah satu caranya adalah dengan menyederhanakan proses perizinan usaha untuk menarik investasi.
Investasi yang masuk akan menstimulasi aktivitas ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru. Karnavian mencontohkan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai model sukses, di mana Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berhasil menjaga stabilitas ekonomi selama pandemi COVID-19. Kisah sukses ini menunjukkan potensi besar sektor swasta lokal.
Ia menambahkan, pemerintah daerah harus menciptakan program-program konkret yang mendukung sektor swasta agar mereka dapat terus beroperasi dan berkembang. Peran bisnis lokal sangat penting dalam menjaga momentum ekonomi Maluku. Dukungan ini harus mencakup kemudahan akses modal, pelatihan, dan pemasaran produk.
Advertisement
Advertisement
Menteri Tito Karnavian juga memberikan apresiasi kepada Maluku atas keberhasilannya menjaga inflasi tahunan di angka 2,30 persen. Angka ini dinilai sangat baik, terutama mengingat tantangan geografis Maluku sebagai wilayah kepulauan. Wilayah kepulauan seringkali rentan terhadap gangguan pasokan dan fluktuasi harga akibat kondisi cuaca ekstrem.
Karnavian mengakui bahwa menjaga inflasi pada level tersebut sepanjang tahun bukanlah hal mudah. Terutama ketika menghadapi gelombang besar yang dapat mengganggu distribusi barang. Namun, Maluku telah menunjukkan kinerja yang sangat baik dalam mengelola stabilitas harga di tengah berbagai rintangan.
Menjelang periode libur Natal dan Tahun Baru, Karnavian juga menyerukan koordinasi yang kuat antar instansi. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat. Konsolidasi diperlukan untuk memastikan keamanan, pasokan pangan, dan ketersediaan stok barang. Permintaan akan meningkat tajam selama perayaan akhir tahun.
Advertisement
Sumber: AntaraNews