Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni secara langsung menyalurkan bantuan bagi korban bencana hidrometeorologi. Penyerahan dilakukan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada Minggu, 30 November.
Bantuan tersebut diserahkan kepada para korban banjir bandang di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan. Lokasi penyerahan bertempat di pengungsian SDN 05 Kayu Pasak.
Langkah ini diambil untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak musibah. Bantuan diharapkan dapat memberikan sedikit kelegaan di tengah kesulitan yang mereka alami.
Advertisement
Advertisement
Detail Bantuan dan Dukungan Pemerintah
Bantuan yang disalurkan oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memiliki nilai total Rp100 juta. Dana ini dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban bencana.
Paket bantuan tersebut dirancang untuk mencukupi keperluan sehari-hari warga yang mengungsi. Ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kondisi darurat yang dialami masyarakat.
Sebanyak 180 paket bantuan diserahkan langsung kepada para korban banjir bandang. Distribusi ini diharapkan dapat menjangkau sebanyak mungkin keluarga yang membutuhkan uluran tangan.
Advertisement
Setiap paket bantuan berisi berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan kebersihan. Item-item ini sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan para pengungsi di Agam.
- Telur
- Mi instan
- Beras
- Minyak goreng
- Sarden
- Teh
- Kopi
- Gula
- Sabun cuci piring
- Sabun mandi
- Kecap
- Sambal
- Sabun colek
- Antinyamuk
- Sampo
- Tikar
Advertisement
Kisah Pilu Korban dan Empati Menteri
Saat menyerahkan bantuan, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyempatkan diri berdialog dengan para korban. Interaksi ini menjadi momen penting untuk mendengarkan langsung keluh kesah mereka.
Salah seorang warga bernama Erlina menceritakan pengalaman mengerikan saat bencana terjadi. Ia mengungkapkan kepanikan dan ketidakpastian yang dirasakan warga saat itu.
Erlina menuturkan, "Awal kejadian bencana pada Kamis (27/11) sore. Ada bunyi gemuruh yang cukup keras, sehingga saya, keluarga, dan warga lainnya berlarian tidak tahu arah."
Advertisement
Kisah Erlina semakin pilu karena tiga anggota keluarganya terseret banjir bandang. Hingga saat ini, mereka masih belum ditemukan, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan komunitas.
Menteri Raja Juli Antoni menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah ini. Pemerintah akan terus berupaya memberikan dukungan moral dan material kepada para korban bencana di Agam.
Sumber: AntaraNews
Advertisement