Mensos Serahkan Santunan Rp 15 Juta kepada Keluarga Korban Meninggal Akibat Banjir di Bali

Untuk korban luka diberikan santunan sebesar masing-masing Rp 5 juta.

Moh. Kadafi
Oleh Moh. Kadafi - Reporter
Mensos Serahkan Santunan Rp 15 Juta kepada Keluarga Korban Meninggal Akibat Banjir di Bali
Anggota Brimob Polda Bali mengevakuasi warga saat banjir besar menerjang Pulau Bali, Rabu (10/9/2025) (Istimewa)

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyerahkan santunan kepada keluarga 16 orang yang meninggal akibat banjir besar di Pulau Bali. Santunan tersebut diterima oleh perwakilan keluarga atau ahli waris maupun dari perwakilan Dinas Sosial, karena keluarga dari beberapa korban yang meninggal dunia belum bisa datang.

Santunan kepada 16 korban meninggal dunia, diberikan di Posko Pengungsian warga terdampak banjir di Balai Banjar Dakdakan, di Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, pada Jumat (12/9) sore.

Menteri Saifullah Yusuf mengatakan, untuk korban yang meninggal dunia akibat banjir di Pulau Bali sebanyak 18 orang, dan 2 orang luka-luka. Namun, untuk di-assessment mendapatkan santunan baru 16 orang korban meninggal dan 2 orang lainnya akan menyusul santunannya.

mensos serahkan santunan kepada keluarga korban banjir di bali
mensos serahkan santunan kepada keluarga korban banjir di bali Moh Kadafi

"Santunan yang meninggal dunia Rp 15 juta, untuk yang luka-luka Rp 5 juta. Setelah itu kita juga lakukan assessment kebutuhan- kebutuhan apalagi yang diperlukan, ini akan kita atasi bersama," kata dia.

"Semuanya ada 18 (korban meninggal dunia). Tapi yang sudah di-assessment

per hari ini sudah ada 16 (orang korban meninggal dunia). Jadi Insya Allah yang kedua (korban) akan menyusul. Pasti akan kita serahkan pada waktunya. Kemudian yang luka-luka ada dua orang, itu pun juga akan kita berikan dukungan," imbuhnya.

Ia juga menyebutkan, bahwa total bantuan yang telah disalurkan kepada Pemprov Bali sebanyak Rp 2 milar lebih, dan itu termasuk uang santunan bagi korban yang meninggal dunia.

"Kalau untuk Kementerian Sosial sudah lebih dari Rp 2 miliar. Untuk santunan maupun untuk bantuan-bantuan lain. Dalam bentuk makanan, tenda, mungkin juga matras, obat-obatan dan lain-lainnya," ujarnya.

"Jadi Rp 2 miliar lebih tadi itu yang kita serahkan kepada (Pemprov Bali) itu meliputi santunan untuk alih waris bagi yang

meninggal dunia dan juga dukungan untuk yang luka-luka, ada dua orang. Sisanya dalam bentuk logistik, bukan dalam bentuk uang Rp 2 miliar gitu. Dalam bentuk matras, dalam bentuk makanan, dalam bentuk pakaian, dalam bentuk obat- obatan," ujarnya.

Sementara, Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai yang juga ikut ke tempat pengungsian warga di Balai Banjar Dakdakan, Denpasar, juga memberikan sejumlah bantuan logistik.

"Jadi kehadiran kami ini, saya, maupun Menteri Sosial, mewakili Bapak Presiden (Prabowo Subianto) dan pemerintah, sebagai wujud, rasa simpati, empati, duka. Jadi kami akan bersama rakyat pada saat rakyat lagi kesulitan maupun juga pada saat senang," ujarnya.

"Ini merupakan bagian dari pemenuhan kewajiban tanggung jawab pemerintah, untuk memenuhi kebutuhan bagi warga negara Indonesia yang terkena bencana maupun yang tidak," ujarnya.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut 16 orang dilaporkan meninggal dunia dan dua lainnya masih dalam pencarian akibat banjir terjadi di Provinsi Bali per Jumat (12/9).

"Bencana ini menimbulkan duka mendalam dengan 18 orang meninggal dunia, dua orang masih dalam pencarian," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangannya, Jumat siang.

"Korban hilang masih terus dicari oleh Basarnas," sambungnya.

Rekomendasi