Menristekdikti Minta Masyarakat Tak Alergi Hadirnya Rektor Asing ke Indonesia

Senin, 19 Agustus 2019 15:05 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Menristekdikti Minta Masyarakat Tak Alergi Hadirnya Rektor Asing ke Indonesia Menristek Mohamad Nasir. ©2019 Merdeka.com/Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir menjelaskan Indonesia masih jauh dari negara lain terkait kerja sama dengan mendatangkan rektor asing. Dia pun meminta kepada masyarakat agar tidak alergi terhadap wacana tersebut.

Mantan Rektor Universitas Diponegoro membandingkan beberapa negara yang sudah berkolaborasi dengan negara lain untuk mendatangkan rektor. Seperti Nanyang Technological University (NTU), Singapura yang melonjak ke peringkat 12 besar dunia karena mengundang rektor asing. Tidak hanya itu, Arab Saudi juga mengikuti hingga kini peringkatnya sudah masuk 189 di dunia.

"Kita masih sangat jauh dan kita masih sangat alergi dengan asing. Padahal itu hal biasa di dunia perguruan tinggi. Harus berkolaborasi," kata Nasir di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (19/8).

Dia menjelaskan saat ini pihaknya sedang merevisi regulasi terkait hal tersebut. Hal itu juga sudah disampaikan Presiden Joko Widodo. Pihaknya nanti akan menata 16 peraturan pemerintah yang masih perlu direvisi. Dia menjelaskan, nantinya aturan rektor tersebut tidak hanya terdaftar sebagai pegawai negeri sipil (PNS) dan merupakan warga negara Indonesia (WNI) tetapi juga bisa dari non-PNS serta orang asing yang miliki citra baik.

"Bisa dari non-PNS, orang asing, yang punya reputasi yang baik. punya network, punya ini yang sangat penting. Network, punya pengalaman riset, memimpin perguruan tinggi, dan reputasi yang mengangkat perguruan tinggi biasa menjadi 200 besar dunia," ungkap Natsir.

Dia menjelaskan nantinya regulasi tersebut akan dicoba untuk universitas swasta. Sebab menurut dia regulasi di perguruan tinggi swasta (PTS) dapat tidak terlalu rumit seperti di PTS.

"Saya akan dorong Universitas Swasta bisa masuk dulu. nanti negeri, kami akan tata peraturan pemerintah," kata Natsir.

Jokowi kata dia setuju terkait hal tersebut. Tetapi perlu ada regulasi kembali untuk menata peraturan. Jangan sampai peraturan tersebut terbentur dengan aturan-aturan yang lain.

"Pada prinsipnya bapak Presiden ingin mencoba. Pada prinsipnya beliau setuju. Tapi regulasinya suruh menata kembali. Jangan sampai kita berbenturan dengan undang-undang dan peraturan," ungkap Nasir.

Nasir juga menepis kabar beberapa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang menolak rencana mendatangkan rektor asing, salah satunya Institut Teknologi Bandung (ITB). Nasir menjelaskan pihak ITB tidak menolak namun saat ini ingin mengkaji dan beradaptasi terlebih dahulu terkait wacana tersebut.

"ITB enggak ada penolakan, enggak ada. Mereka hanya ingin beradaptasi dulu," tegas Nasir.

Beberapa PTN juga kata Nasir akan menerapkan rektor asing tersebut. Menurut dia, Dekan Fakultas Teknik di Universitas Hasanuddin Makassar akan merekrut dari asing.

"Pak Wapres sudah menyampaikan pada saya, Pak JK, Unhas sebentar lagi juga akan ada dekan Fakultas Tekniknya dari orang asing juga. Dia sudah mau mengantisipasi semua 2020 mereka sudah mau lari ke sana semua. Kalau enggak kita tidak akan berkembang," ungkap Nasir. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini