Menko PMK dan Mendagri Resmikan 117 Unit Hunian Sementara di Agam, Percepat Pemulihan Bencana

Menko PMK Pratikno dan Mendagri Tito Karnavian meresmikan 117 unit hunian sementara (huntara) di Agam, Sumatera Barat. Peresmian Huntara Agam ini menjadi langkah penting percepatan pemulihan pascabencana, agar penyintas dapat segera bangkit.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Menko PMK dan Mendagri Resmikan 117 Unit Hunian Sementara di Agam, Percepat Pemulihan Bencana
Menko PMK Pratikno dan Mendagri Tito Karnavian meresmikan 117 unit hunian sementara (huntara) di Agam, Sumatera Barat. Peresmian Huntara Agam ini menjadi langkah penting percepatan pemulihan pascabencana, agar penyintas dapat segera bangkit. (AntaraNews)

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia (PMK) Pratikno dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian secara resmi meresmikan penggunaan hunian sementara (huntara) di Kayu Pasak Pelembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Sabtu. Peresmian ini menandai langkah penting dalam upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah tersebut.

Sebanyak 117 unit huntara kini siap ditempati oleh para penyintas bencana yang sebelumnya mengungsi di ruang kelas SDN 05 Kayu Pasak. Lokasi peresmian berlangsung di lapangan sepak bola SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Agam.

Pratikno, yang juga menjabat Ketua Tim Pengarah Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, menegaskan pentingnya respons cepat. Hal ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk penanganan bencana yang melibatkan seluruh pihak.

Menko PMK Pratikno menyoroti bahwa pembangunan huntara merupakan bagian integral dari strategi percepatan pemulihan bencana. Ini bertujuan memastikan warga terdampak tidak berlama-lama di pengungsian. Fokus utama adalah memulihkan kondisi keluarga secepat mungkin.

Ia mengapresiasi kecepatan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam penanganan pemulihan bencana terkini. Pratikno juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan. Kolaborasi berbagai elemen menjadi kunci keberhasilan upaya ini.

Selain itu, Pratikno juga mengucapkan terima kasih kepada para korban bencana atas kesabaran mereka. Penantian pembangunan hunian sementara ini menunjukkan ketabahan masyarakat. Kini, mereka bisa segera menempati tempat tinggal yang lebih layak.

Mendagri Muhammad Tito Karnavian menambahkan bahwa dengan diresmikannya huntara ini, para korban bencana sudah bisa menempatinya. Ini adalah langkah konkret menuju kehidupan normal.

Menurut Mendagri, banyak aspek penanganan bencana yang memerlukan percepatan. Dengan ketersediaan huntara ini, diharapkan warga terdampak dapat pulih dan bangkit lebih cepat. Semangat untuk membangun kembali kehidupan harus terus dipupuk.

Bupati Agam, Benni Warlis, mengonfirmasi bahwa total 117 unit huntara telah diresmikan. Sebelumnya, para penyintas terpaksa mengungsi di ruang kelas SDN 05 Kayu Pasak. Kondisi ini tentu tidak ideal untuk jangka panjang.

Benni Warlis menyampaikan apresiasi mendalam kepada pemerintah pusat dan provinsi, Polri, TNI, relawan, serta berbagai organisasi masyarakat. Dukungan dari semua pihak sangat vital dalam proses pemulihan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi