Mengungkap Potensi PPU, Kandidat Ibu Kota Negara Selain Samboja

Jumat, 23 Agustus 2019 18:30 Reporter : Saud Rosadi
Mengungkap Potensi PPU, Kandidat Ibu Kota Negara Selain Samboja Maket Ibu Kota Baru. ©2019 dok. Kemen PUPR

Merdeka.com - Tidak hanya Samboja, di Kutai Kartanegara, Pemprov Kalimantan Timur juga menyiapkan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sebagai kawasan ibu kota negara (IKN) baru. Dalam beberapa kali kesempatan, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor menyebut Kaltim mengusulkan dua wilayah Kutai Kartanegara dan PPU, masuk dalam kajian Bappenas.

Terbaru dalam wawancara Isran pada Kamis (22/8) malam, konkretnya, dalam Pergub untuk mendukung lokasi IKN yang baru di Kaltim, terdapat luasan lahan 200.000 hektare meliputi kedua kabupaten itu. Berikut petikan wawancara Bupati PPU Abdul Gafur Mas'ud bersama merdeka.com, Jumat (24/8) sore.

Bapak Gubernur di Samarinda Kamis (22/9) menyebut nama Sepaku dan Semoi sebagai kawasan IKN yang disiapkan Kaltim untuk ibu kota negara baru, dan masuk kajian Bappenas. Apa benar Pak?

Di PPU bukan Sepaku dan Semoi saja. Luas kabupaten kami memang terkecil di Kaltim. Luasnya 3.333 kilometer persegi. Kemudian di Sepaku juga masuk dalam kajian Bappenas.

Sebenarnya kajian itu sudah 15 tahun. Sekarang didengungkan kembali. Kalau kesiapan kabupaten kita, apalagi di PPU, luas daratan lebih banyak dari bukitnya. Tergantung dari Bappenas nanti, yang sedang sedang mengkaji secara proporsional profesional.

Berapa penduduk PPU terkini Pak?

Kami dapatkan itu 160 ribu jiwa di empat kecamatan. Di Sepaku itu, terdiri dari hanya 24 ribu jiwa.

Selain Sepaku, Semoi, ada daerah lain yang sedang masuk kajian Bappenas Pak?

Kalau saya pribadi, 4 kecamatan itu tinggal ditunjuk saja. Kalau Pak Presiden bilang memerlukan 40 ribu hektare, kami siapkan lahannya. Perlu 100 ribu kami siapkan lahannya. Tentu dengan perundang-undangan yang berlaku.

Nah, bagaimana sih Pak kehidupan sosial masyarakat PPU dengan keberagamaan suku dan agama?

Kalau di sini Alhamdulillah sangat baik. Selain tanahnya penuh keberkahan, juga patut menjadi contoh masyarakat PPU karena di sana (4 kecamatan yang diusulkan), adalah daerah trans. Penduduk asal pulau Jawa 60 persen. Sulawesi 35-40 persen. Sisanya penduduk asli, juga dari Kalsel seperti suku banjar dan lain, hidup berdampingan.

Kami dapatkan informasi, apa benar ada dibangun waduk skala besar Pak di PPU untuk kebutuhan suplai air bersih untuk kawasan IKN?

Benar. Di kabupaten Paser dan PPU, membangun juga waduk besar.

Apakah dibangun di daerah hutan PT ITCI Pak?

Bukan dibangun di ITCI. Setahu saya antara kabupaten Paser dan PPU, lokasinya di Kecamatan Babulu.

Bisa disampaikan ulang 4 kecamatan yang diusulkan dalam kajian Bappenas, apa saja Pak?

Kecamatan Penajam, Sepaku, Babulu dan Waru. Jumlah penduduk masih relatif sedikit. Kita ketahui, di sana arealnya masih luas sekali

Bisa disebutkan pointer lain dari PPU untuk jadi IKN?

Potensi paling saya yakini, seluruh lapisan masyarakat, tokoh pemuda, bersyukur sekali PPU ditunjuk jadi calon ibu kota negara. Kalau benar jadi pusat pemerintahan yang dipindahkan dari Jakarta, sangat bersyukur sekali. Sangat siap mendukung itu.

Soal listrik, juga surplus. Menyambung dengan Kalsel, maka itu di PPU ketersediaan listrik surplus. Kalau ibu kota negara dibangun, menurut saya pemerintah pusat juga telah menyusun solusi dalam kajiannya.

Apalagi kita lihat yang diinginkan pemerintah pusat, ingin membangun pembangkit PLN di mulut tambang. Kalau ada di mulut tambang kan, ketersediaan batubara berlimpah di PPU.

Nah apa benar juga mau dibangun tol di PPU?

Benar. Sekarang masuk proses lelang tol terpanjang di Indonesia, hubungkan PPU dengan Balikpapan sepanjang 14 km. Di PPU masuk di Nipah-Nipah, lalu keluar ke Melawai di Balikpapan. Sumber dananya menggunakan APBN, investor, APBD. Itu menjadi ikon PPU.

Juga jembatan Pulau Balang. Itu menyambung ke Jalan Tol Samarinda-Balikpapan. Di Balikpapan, keluar melalui titik kilometer 13 poros jalan Balikpapan Samarinda.

Selain itu, lahan di PPU ini tidak seperti yang lain di Kalimantan. Yang lain banyak gambut, di sini kurang gambutnya. PPU juga, lokasi kami berada 150 meter di atas permukaan laut. Untuk itu jadi pointer Bappenas, memasukan PPU dalam kajiannya. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini