Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jenderal (Purn) Muhammad Tito Karnavian resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota Komisi Percepatan Reformasi Kepolisian, bersama sembilan tokoh lainnya. Pengangkatan Badrodin tertuang dalam Keppres Nomor 122/P Tahun 2025.
Tito lahir di Palembang, 26 Oktober 1964, dari keluarga berdarah Jawa dan Sumatera. Tito menapaki jalur kepolisian sejak AKABRI 1987.
Sejak awal, ia menunjukkan prestasi dan dedikasi tinggi. Semasa berpangkat AKBP, ia memimpin tim Densus 88 yang menumpas teroris Dr. Azahari dan jaringan Noordin M. Top. Keberhasilan itu mengantarnya menjadi Kepala Densus 88 Anti-Teror.
Karier Tito terus menanjak seiring prestasinya di lapangan. Ia pernah menjadi Kapolda Papua, Kapolda Metro Jaya, Kepala BNPT, Kapolri, dan kini menduduki posisi sebagai Menteri Dalam Negeri.
Setiap posisi menunjukkan kepemimpinan tegas, profesional, dan berpandangan jauh ke depan.
Advertisement
Di Jakarta, ia menghadapi kasus teror Sarinah, penggusuran Kalijodo dan Kampung Pulo, serta kasus kriminal kompleks, yang mampu ditangani dengan cepat berkat pengalaman lapangan yang mendalam.
Advertisement
Sebagai Kapolri, Tito meluncurkan program PROMOTER singkatan dari Profesional, Modern, Terpercaya yang meningkatkan kinerja Polri dan menaikkan kepercayaan publik dari posisi rendah ke peringkat ketiga tertinggi. Ia juga merombak struktur internal, mendirikan Polda baru, dan menaikkan tunjangan kinerja anggota Polri.
Kini, Muhammad Tito Karnavian selain menduduki jabatan Kemendagri, ia juga dipercaya sebagai arsitek reformasi Polri.