Pelatih Persela Lamongan, Aji Santoso, baru-baru ini memberikan komentarnya terkait tidak dipanggilnya Marselino Ferdinan ke Tim Nasional Indonesia. Keputusan ini datang dari pelatih Patrick Kluivert untuk putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia bulan depan. Nama Marselino tidak masuk dalam daftar 28 pemain yang diumumkan melalui media sosial resmi timnas Indonesia pada Rabu lalu.
Aji Santoso, yang merupakan mantan pelatih Marselino di Persebaya Surabaya, mengungkapkan pandangannya mengenai absennya pemain muda berbakat tersebut. Ia menduga ada pertimbangan khusus dari Kluivert, meskipun Marselino sebelumnya tampil cukup bagus dan bahkan mencetak gol krusial. Pernyataan ini disampaikan Aji saat dihubungi ANTARA di Jakarta pada hari Sabtu.
Meskipun Marselino telah menjadi pemain kunci Garuda dengan 37 penampilan, lima gol, dan dua assist, serta mencetak dua gol di putaran ketiga kualifikasi, ia tetap tidak dipanggil. Bahkan, gol-golnya melawan Arab Saudi dan Irak, lawan yang akan dihadapi Indonesia, tidak cukup meyakinkan Kluivert.
Advertisement
Advertisement
Banyak pihak berspekulasi bahwa minimnya menit bermain Marselino di klub barunya, AS Trencin di Slovakia, serta kurangnya jam terbang di klub sebelumnya, Oxford United, menjadi penyebab utama. Aji Santoso sangat membenarkan alasan tersebut sebagai faktor penentu. Menurutnya, "sentuhan-sentuhan" terbaik dari Marselino tidak akan muncul jika ia tidak mendapatkan waktu bermain yang reguler.
Aji menegaskan, "Saya sangat yakin itulah pertimbangan utama kenapa Marselino tidak dipanggil." Ia menambahkan bahwa jika Marselino masih bermain di kompetisi reguler, peluangnya untuk dipanggil akan sangat besar. Hal ini karena Patrick Kluivert sendiri telah mengetahui kemampuan dan kualitas Marselino sebagai pemain.
Pelatih berusia 55 tahun ini menjelaskan pentingnya konsistensi bermain. "Karena kalau Marselino tidak main di klub secara reguler, tentunya sentuhan-sentuhan ini pasti akan berbeda dengan ketika dia mengikuti kompetisi secara reguler," ujarnya. Kondisi ini menjadi krusial bagi seorang pemain untuk menjaga performa terbaiknya.
Advertisement
Advertisement
Aji Santoso adalah sosok penting di balik kemunculan Marselino Ferdinan di kancah sepak bola profesional Indonesia. Ia memberikan debut profesional kepada Marselino di Persebaya Surabaya saat melawan Persikabo 1973 pada September 2021. Kala itu, Marselino yang baru berusia 17 tahun dua hari, masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua.
Setelah debutnya yang mengesankan, Marselino terus mendapatkan kepercayaan bermain dari Aji Santoso. Dua bulan kemudian, gol pertamanya lahir dalam laga imbang 2-2 melawan Arema FC, menunjukkan potensi besarnya. Total, Marselino mencatatkan 34 penampilan bersama Persebaya, dengan kontribusi tujuh gol dan sembilan assist.
Penampilan gemilangnya di Persebaya membuka jalan bagi Marselino untuk meniti karier di luar negeri. Ia direkrut oleh klub Belgia, KMSK Deinze, pada Januari 2023, sebelum akhirnya berlabuh ke AS Trencin. Aji mengenang, "Karena waktu itu memang Marselino masih sangat muda, usia masih 16 tahun. Tetapi dengan pemikiran yang matang, pertimbangan yang matang, saya memberi kesempatan Marselino main, kalau tidak salah sekitar 25 menit akhir. Nah dari momen itulah Marselino berkembang sangat pesat, sampai menjadi pemain nasional."
Advertisement
Advertisement
Ketika ditanya mengenai keunggulan Marselino Ferdinan, terutama saat ia melihat langsung di timnya dulu, Aji Santoso mengungkapkan banyak kelebihan yang dimiliki pemain berusia 21 tahun itu. Menurut Aji, Marselino memiliki paket lengkap sebagai pemain muda berbakat.
"Memang pemain ini pemain berbakat, punya kecepatan, punya intelijensi yang bagus, visi pemainnya juga bagus, punya senjata tembakan-tembakan yang juga sangat bagus, masih muda, posturnya juga ideal," tutup Aji. Deskripsi ini menunjukkan bahwa Marselino memiliki atribut fisik dan mental yang mumpuni.
Keunggulan-keunggulan ini menjadikan Marselino salah satu prospek terbaik sepak bola Indonesia. Meskipun saat ini tidak dipanggil, potensi besar yang dimilikinya tetap menjadi harapan bagi masa depan Timnas Indonesia. Pengalaman bermain di luar negeri juga diharapkan dapat semakin mematangkan kemampuannya.
Advertisement
Advertisement
Timnas Indonesia akan menghadapi putaran keempat babak kualifikasi di Arab Saudi. Mereka akan melawan tuan rumah Arab Saudi terlebih dahulu pada Kamis, 9 Oktober, pukul 00.15 WIB. Pertandingan ini akan menjadi ujian berat bagi skuad Garuda.
Selanjutnya, Timnas Indonesia akan berjumpa Irak pada Minggu, 12 Oktober, pukul 02.30 WIB. Kedua pertandingan krusial ini akan digelar di King Abdullah Sport City, Jeddah, Arab Saudi. Hasil dari dua laga ini akan sangat menentukan langkah Indonesia selanjutnya di kualifikasi.
- Jadwal Pertandingan Timnas Indonesia:
- Kamis, 9 Oktober: Arab Saudi vs Indonesia (Pukul 00.15 WIB)
- Minggu, 12 Oktober: Irak vs Indonesia (Pukul 02.30 WIB)
- Lokasi: King Abdullah Sport City, Jeddah, Arab Saudi
Advertisement
Peringkat pertama klasemen akhir grup (dari dua grup) akan otomatis lolos ke Piala Dunia 2026. Sementara itu, posisi kedua akan melaju ke putaran kelima babak kualifikasi, dan tim yang finis di tempat ketiga akan gugur dari persaingan.
Sumber: AntaraNews