Mendes PDTT: 36.007 Desa Menyelesaikan Pendataan SDGs

Kamis, 3 Juni 2021 15:36 Reporter : Haris Kurniawan
Mendes PDTT: 36.007 Desa Menyelesaikan Pendataan SDGs Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melaporkan, saat ini 36.007 desa telah menyelesaikan pendataan SDGs Desa. Data tersebut meliputi, 69.780.866 individu by name by address dari 59% total penduduk desa. Tercatat juga 23.694.865 data keluarga di desa dengan 372.106 data wilayah rukun tetangga dari hasil yang telah dilaporkan.

SDGs Desa sendiri 18 tujuan, diantaranya, terwujudnya Desa Tanpa Kemiskinan, Desa Tanpa Kelaparan Desa Sehat dan Sejahtera, Pendidikan Desa Berkualitas, Keterlibatan Perempuan Desa, Desa Layak Air Bersih dan Sanitasi, Desa Berenergi Bersih dan Terbarukan, Pertumbuhan Ekonomi Desa Merata, Infrastruktur dan Inovasi Desa sesuai Kebutuhan, dan Desa Tanpa Kesenjangan.

Selanjutnya, Kawasan Permukiman Desa Aman dan Nyaman, Konsumsi dan Produksi Desa Sadar Lingkungan, Desa Tanggap Perubahan Iklim, Desa Peduli Lingkungan Laut, Peduli Lingkungan Darat, Desa Damai Berkeadilan, Kemitraan untuk Pembangunan Desa, Kelembagaan Desa Dinamis dan Budaya Desa Adaptif.

"SDGs sendiri merupakan hak dari warga desa," ujar Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar dalam pemaparan Pemenuhan HAM dalam SDGs Desa secara virtual, Kamis (3/6).

Kata dia, setelah diperoleh maka selanjutnya data diolah serta dianalisis untuk merancang perencanaan pembangunan desa berbasis SDGs Desa.

"Di 2021 ini kita melakukan pengolahan dana analisis data SDGs Desa akan muncul potensi, masalah, indikator dominan hingga rekomendasi kegiatan pembangunan di desa. Dari sini maka perencanaan pembangunan untuk penggunaan dana desa 2022 sudah memiliki dasar kuat memiliki perencanaan. Wujudnya dari SDGs Desa. Maka di 2021 kita harus menyelesaikan seluruh pemutakhiran data desa berbasis SDGs Desa," jelasnya.

Tahap berikutnya, lanjut pria yang disapa Gus Menteri ini mengatakan, memanfaatkan informasi nama dan keluarga agar masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa 2022.

"Contohnya, saat ini sudah terdata by name by address 299.607 warga desa terkena TBC Paru-paru, 614.646 warga terkena malaria, 331.182 warga sakit jantung, 53.518 warga terkena kolera, 61.093 mengalami gizi buruk," terangnya.

Data tersebut nantinya digunakan desa, pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk menyusun program penanganan, sehingga terpenuhi seluruh hak warga desa atas SDGs Desa.

"Data SDGs Desa saat ini juga menjadi basis pemenuhan hak warga desa untuk sehat, bersekolah, bekerja, lepas dari kemiskinan, hidup dalam kedamaian, di lingkungan yang sehat, hingga dalam budaya desa yang sesuai," tuntasnya. [hrs]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Berita Kemendes PDTT
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini