Menyapa Indonesia

Mendengar kicau ribuan burung di Rawa Cemara Asri

Jumat, 3 April 2015 12:31 Reporter : Yan Muhardiansyah
Mendengar kicau ribuan burung di Rawa Cemara Asri tanam burung. ©2015 merdeka.com/yan muhardiansyah

Merdeka.com - Rawa-rawa di kompleks Perumahan Cemara Asri, Percut Sei Tuan, Deli Serdang, bisa menjadi salah satu lokasi wisata alternatif bagi warga Kota Medan dan sekitarnya. Di tempat ini, pengunjung bisa menyaksikan koloni ribuan burung tanpa dipungut biaya sepeser pun.

Perumahan Cemara Asri berada dekat pinggir Kota Medan, tepatnya di sekitar Jalan Cemara. Normalnya hanya perlu waktu setengah sampai satu jam untuk mencapai lokasi itu dari pusat kota.

Di perumahan yang dibangun pada tahun 1995 terdapat rawa seluas 5 hektare. Lokasinya bersebelahan dengan Maha Vihara Maitreya, wihara terbesar di Asia Tenggara.

Rawa itu dihuni koloni unggas. Ribuan ekor burung bermukim di sana. Jenisnya pun beragam, seperti Bangau, Kolak Malam Kelabu, Kuntul, Cangak, Kokokan Laut, Koreo Padi, Belibis, dan berbagai burung lainnya.

Bukan hanya burung, ikan mas dan ikan lele sebesar paha orang dewasa pun banyak ditemukan di sana. Pengunjung dapat memberi makan ikan yang tidak boleh ditangkap atau dipancing ini.

Tiap sore, terutama di hari libur, ramai dikunjungi warga Medan sekitarnya. Pemandangan dapat dinikmati dari warung-warung di tepi rawa.

"Aku sengaja membawa putriku berwisata ke sini, karena unik dan mungkin satu-satunya di Medan. Bayangkan, burung-burung ini biasanya bermigrasi tapi bisa berdiam di sini dengan bebas. Banyak edukasinya, kami bisa menjelaskan soal burung dan ikan kepada anak," jelas Zulfikar Sagala, warga Pulo Brayan, yang membawa putrinya Aira berwisata ke lokasi itu beberapa hari lalu.

Bukan hanya unik, untuk berwisata ke taman burung di Cemara Asri juga tak perlu mengeluarkan banyak biaya. Tidak ada karcis masuk, bebas parkir pula. "Murah tapi bermanfaat," ucap Zuhdi, pengunjung asal Mandala yang datang bersama keluarganya.

Hampir semua pengunjung taman burung di Perumahan Cemara Asri ini sepakat lokasi tersebut bisa direkomendasikan menjadi lokasi alternatif wisata. Rawa ini bisa menjadi pilihan di tengah menjamurnya plaza yang bisa memicu warga menjadi konsumtif.

Baca juga:
Melihat keindahan Pantai Lhok Mee di Banda Aceh
Ini lima oleh-oleh murah meriah khas Bogor

Taman Flora, wisata murah meriah di Kota Pahlawan

Pesona air terjun tujuh tingkat di Bukit Kuta Malaka

Taman Putroe Phang, saksi sejarah kebesaran Kerajaan Aceh

Pesona Pulau Bunta di Aceh yang eksotis

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini