Membidik biro perjalanan haji dan umrah abal-abal

Minggu, 13 Agustus 2017 06:03 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
Ilustrasi Haji. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Kasus dugaan penipuan perusahaan jasa layanan haji dan umrah PT First Anugerah Karya Wisata, terus didalami kepolisian. Sejauh ini kepolisian telah menetapkan Direktur Utama PT First Anugerah Karya Wisata, Andika Surachman dan juga istrinya Anniesa Desvitasari sebagai tersangka penipuan umrah.

Andika dan Anniesa ditangkap oleh polisi di kompleks perkantoran Kementerian Agama Jakarta. Keduanya saat ini ditahan rumah tahanan Bareskrim di Polda Metro Jaya.

Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri juga mendalami adanya indikasi pencucian uang dilakukan keduanya. Hal itu karena adanya laporan dari beberapa agen ke Bareskrim Polri, yang ditipu lantaran tak kunjung diberangkatkan umrah atau haji.

"Harus (didalami). Kalau indikasi pencucian uang kita dapatkan," ujar Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Hery Rudolf Nahak, kepada wartawan, Jakarta, Kamis (10/8).

Dugaan penipuan layanan perjalanan haji dan umrah diduga bukan cuma dilakukan First Travel. Dugaan penipuan dengan iming-iming biaya haji dan umrah murah diduga juga dilakukan sejumlah biro perjalanan.

Kementerian Agama mencatat ada empat perusahaan perjalanan umrah yang tengah diusut lantaran mempunyai kasus serupa dilakukan First Travel. Kemenag tengah mengusut biro perjalanan haji dan umrah abal-abal tersebut.

"Sudah kita siapkan SK-nya. Sudah kita review dan memenuhi syarat untuk dicabut," kata Kepala Pusat Informasi Kemenag Mastuki HS, di acara diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (12/8).

Namun, Mastuki enggan menyebutkan nama-nama travel tersebut. Akan tetapi, dari hasil penyelidikan sementara pihaknya, empat travel itu diduga sama persis melancarkan usahanya seperti dilakukan Firt Travel.

"Mereka punya calon jemaah berkisar 1.500 hingga 3.000 orang. Tapi mohon maaf saya tidak bisa sebutkan, nanti saja setelah ada SK (Surat Keputusan)," katanya.

Menurut dia, izin dari empat perusahaan travel tersebut nantinya akan dicabut apabila terbukti melakukan penipuan. Hal ini dimaksud agar tak adanya korban penipuan yang berjatuhan

"Terhadap empat travel itu, jika memenuhi syarat-syarat yang kami terapkan, hal yang sama akan dilakukan, tidak akan didiskriminasi," pungkasnya. [gil]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.