Masyarakat Adat Bonokeling di Banyumas mulai Puasa Kamis depan
Merdeka.com - Masyarakat adat Bonokeling di Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas bakal memulai awal Ramadan pada Kamis (17/5). Mereka menentukan awal bulan puasa berdasarkan perhitungan almanak Jawa Alif, Rebo, Wage (aboge).
"Hitungannya pasti. Awal puasa di hitungan kami pada Kamis (17/5) depan, pasarannya pahing, itu terhitung 1 aboge. Tahunnya Dal," kata Kasepuhan (pemuka adat) Juru Bicara Trah Bonokeling, Sumitro, pada merdeka.com, Kamis (10/5).
Menyambut puasa, masyarakat adat Bonokeling mengadakan sejumlah acara adat. Seminggu sebelum memasuki bulan puasa, tepat pada Kamis (10/5) ini trah bonokeling menjalani laku lampah. Sedangkan pada senin (14/5), akan dilangsungkan Rikat akhir yakni membersihkan lokasi makam Ki Bonokeling.
Laku lampah mentradisikan setiap trah bonokeling dari berbagai wilayah berjalan kaki ke desa Pekuncen. Mereka antara lain, dari Adipala, Daun Lumbung yang masuk wilayah Cilacap atau warga Kedungwringin dari Banyumas. Mereka berjalan berombongan menuju desa Pekuncen yang sekaligus jadi lokasi makam Ki Bonokeling.
"Anak putu akan istirahat semalam di pekuncen. Acara puncak adat, unggahan atau nyadran, berziarah ke makam ki Bonokeling pada Jum'at (11/5)," kata Sumitro.
Saat ini di Pekuncen sendiri, trah bonokeling kurang lebih 2000 warga. Sedang di Adiraja, kecamatan Adipala ada 13 bedogol (pemuka adat) yang masing-masing membawahi trah bonokeling. Kurang lebih saat acara adat Unggahan bakal berkumpul 3000 trah bonokeling.
Penggunaan Almanak Jawa Aboge jadi pandu bagi trah bonokeling dalam aktivitas sehari-hari untuk menentukan hari baik bagi hajatan mulai dari pernikahan sampai acara adat. Penanggalan juga digunakan untuk menentukan hari besar, semisal Unggahan (perayaan menyambut bulan puasa) sampai Udunan (perayaan usai puasa atau lebaran).
Trah Bonokeling meyakini bahwa dalam kurun waktu delapan tahun atau satu windu terdiri atas tahun Alif, Ha, Jim, Je, Dal, Be, Wawu, dan Jim akhir. Serta dalam satu tahun 154 hari, terdiri 12 bulan dan satu bulan ada yang terdiri atas 29-30 hari. Mereka juga mengenal hari pasaran berdasarkan perhitungan Jawa, yakni Pon, Wage, Kliwon, Manis (Legi), dan Pahing. (mdk/rzk)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya