Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mantan Napiter Ungkap Pernah Galang Dana Lewat Kotak Amal Yayasan

Mantan Napiter Ungkap Pernah Galang Dana Lewat Kotak Amal Yayasan Pencurian kotak amal di Karawang Barat. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Bekas narapidana teroris Amir Abdul Haris mengatakan mengumpulkan dana melalui kotak amal oleh jaringan teroris merupakan satu dari banyak metode. Selain kotak amal, Haris menyebutkan jejaring teroris kerap membangun yayasan fiktif.

Dalam satu diskusi virtual, Haris bercerita, sejatinya pengumpulan dana melalui kotak amal bukan hal baru. Rentang tahun 1999-hingga 2000, cara mengumpulkan dana menggunakan kotak amal telah dilakukan saat Haris masih menjadi teroris.

"Semenjak saya dibaiat 1983 kalau dana kita cari hanya dari anggota pasti tidak bisa berbuat apa-apa, tidak cukup, tidak terlalu signifikan. Kemudian ada dengan cara lain dan ini bervariatif," ucap Haris, Senin (28/12).

Dia menyebut, contoh pengumpulan dana oleh jejaring teroris pernah dilakukan oleh yayasan Al Zaytun.

Yayasan itu, kata Haris, menyebar pos-pos tampungan pengumpulan dana di sejumlah tempat. Bentuknya selain kotak amal, ada juga yayasan. Bahkan, Haris mengatakan, sebaran kotak amal atau yayasan fiktif sampai ke pelosok daerah.

Cara-cara seperti itu menurut Haris cukup efektif mengumpulkan dana besar untuk akomodasi bagi para jejaring teroris membeli segala perlengkapan mereka.

"Namanya semuanya orang tidak curiga jadi kotak amal itu sudah dari dulu digunakan," tandasnya.

Untuk itu, Haris terus mengingatkan pemerintah agar secara ketat mengawasi berbagai yayasan untuk dapat menekan jejaring teroris di Indonesia.

"Penertiban yayasan dan sebagainya harus diverifikasi sebaik mungkin supaya tidak terjadi penyalahgunaan, memang sulit," ucapnya.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP