Makam Dibongkar, Jenazah TKI Dipindahkan ke Kampung Halaman di Sumbar

Rabu, 19 Desember 2018 20:43 Reporter : Abdullah Sani
Makam Dibongkar, Jenazah TKI Dipindahkan ke Kampung Halaman di Sumbar Mayat di Selat Malaka. ©2018 Merdeka.com/Abdullah Sani

Merdeka.com - Karena terlanjur dimakamkan, kini jenazah Muklis (35), korban kapal tenggelam di Selat Malaka dibongkar, Rabu (19/12). ‎Jasad tersebut dimakamkan di kampung halaman korban di Sumatera Barat.

Jasad warga Pasar Baru, Pesisir Selatan, Sumatera Barat itu ditemukan warga mengapung di Perairan Bengkalis pada 24 November 2018 lalu. Setelah diperiksa, akhirnya jasad dimakamkan pada 26 November 2018. Sebab saat itu jenazah dianggap Mr X karena tidak ada keluarga yang menjemput.

Jasad yang sebelumnya dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Marga Sarana, Bagan Besar, Kecamatan Bukit Kapur Dumai. Setelah teridentifikasi diketahui kalau jasad itu adalah Muklis. Jasad teridentifikasi melalui pemeriksaan sidik jari oleh Inafis Polres Bengkalis pada Sabtu (15/12).

"Keluarga meminta agar jasad korban dipindahkan dan dikuburkan di kampungnya di Sumbar. Kita atur waktunya, hari ini (Rabu) kita ketemu untuk menyaksikan pembongkaran," ujar Kasubbid Yanmed Dokkes Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau, Kompol Supriyanto.

Hadir dalam pembongkaran makam itu Tim Inavis Polres Bengkalis, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau, perwakilan Polsek Rupat.

Supriyanto mengatakan, jenazah korban akan menjalani proses pemulasaran kembali di RSUD Dumai. Setelah itu dilakukan presesi penyerahan sertifikat kematian, sertifikat jenazah dan lainnya kepada keluarga Muklis.

Dalam kasus yang menimpa korban, penyidik Polres Bengkalis masih melakukan penyidikan. Salah satu keluarga Muklis akan dimintai keterangannya untuk melengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tersangka Hamid alias Boboi (31) dan Jamal (38).

Kedua tersangka adalah tekong yang membawa Muklis dan korban lainnya pulang ke Indonesia melalui Malaka menuju Rupat, Bengkalis. Di perjalanan, kapal yang ditumpangi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) itu tenggelam.

Sejauh ini data antemortem yang terkumpul atau laporan orang hilang sebanyak 15 orang. Dari 11 jasad yang ditemukan, enam orang sudah teridentifikasi.

Sebelumnya Muklis, tim DVI sudah mengindentifikasi lima jenazah, dua dari Sumatera Barat yakni Ujang Chaniago (48) dan Mimi Dewi (32). Lalu, Marian Suhadi (24) dibawa ke Langkat, Sumatera Utara dan Paisal Ardianto (24) asal

Dusun Gelam Dua, Kelurahan Bandar Khalipah, Tebing Tinggi, Serdang Bedagai, Sumatera Utara, dan Fakhrurozi (27), warga Aceh.

Saat ini, ada lima jenazah yang belum teridentifikasi dan masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau. "Yang belum teridentifikasi lima orang. Dua laki-laki dan 3 perempuan," ucap Supriyanto. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini