Lomba Zine Imlek Nasional 2026: Kemenekraf dan Re-Publik Foto Dorong Kreativitas Budaya

Kemenekraf dan Re-Publik Foto menggelar Lomba Zine Imlek Nasional 2026 untuk merayakan Imlek melalui medium zine, mendorong ekspresi visual, dan mendokumentasikan keberagaman budaya Indonesia.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Lomba Zine Imlek Nasional 2026: Kemenekraf dan Re-Publik Foto Dorong Kreativitas Budaya
Harmoni Imlek Nusantara sukses digelar, menampilkan akulturasi budaya yang kaya dan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif Indonesia. Simak selengkapnya! (AntaraNews)

Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf), melalui Direktorat Penerbitan dan Fotografi, bersama Re-Publik Foto menyelenggarakan Lomba Zine Imlek Nasional 2026. Inisiatif ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Harmoni Imlek Nusantara 2026 yang bertujuan memperkaya ekspresi budaya. Kompetisi ini mengajak masyarakat luas untuk merayakan Tahun Baru Imlek dengan cara yang kreatif dan personal.

Lomba Zine Imlek Nasional 2026 menjadi wadah bagi para fotografer, pegiat visual, penulis, dan kreator dari berbagai disiplin ilmu. Mereka diajak untuk merekam serta menafsirkan momen Imlek dalam bentuk zine yang intim dan reflektif. Pengumuman pemenang dijadwalkan pada 1 Maret 2026, menandai puncak dari rangkaian acara ini.

Deputi Bidang Kreativitas Media Kemenekraf, Agustini Rahayu, mengapresiasi lomba ini sebagai upaya penguatan ekosistem media kreatif berbasis komunitas di Indonesia. Rangkaian kegiatan juga mencakup lokakarya daring dan photowalk yang telah sukses diselenggarakan pada Februari 2026.

Penguatan Ekosistem Kreatif dan Budaya

Deputi Bidang Kreativitas Media Kemenekraf, Agustini Rahayu, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Lomba Zine Imlek Nasional 2026. Menurutnya, perayaan budaya seperti Imlek memiliki nilai sejarah dan sosial yang sangat penting bagi bangsa. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem media kreatif yang tumbuh dari komunitas.

Agustini menambahkan bahwa zine tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi, tetapi juga menjadi ruang dialog lintas generasi dan budaya. “Perayaan budaya seperti Imlek memiliki nilai sejarah dan sosial yang penting. Ketika diolah melalui medium zine, ia tidak hanya menjadi dokumentasi, tetapi juga ruang dialog lintas generasi dan lintas budaya. Kami berharap kompetisi ini melahirkan karya-karya yang segar, kritis, dan mampu merepresentasikan keberagaman Indonesia secara inklusif,” ujar Agustini di Jakarta.

Direktur Penerbitan dan Fotografi Kemenekraf, Iman Santosa, turut menegaskan pentingnya lomba ini dalam ekosistem kreatif nasional. Zine merupakan bagian integral dari ekosistem penerbitan independen yang berkembang dari akar komunitas. Inisiatif semacam ini dinilai strategis untuk memperkuat rantai nilai subsektor penerbitan dan fotografi.

Iman Santosa lebih lanjut menyatakan bahwa kompetisi ini tidak hanya memacu kreativitas, tetapi juga membuka peluang ekonomi. “Kompetisi ini bukan hanya memacu kreativitas, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi kreator, mulai dari produksi, distribusi, hingga pengembangan pasar publikasi alternatif,” kata Iman. Hal ini turut mendorong lahirnya wirausaha kreatif berbasis karya dan budaya di tengah masyarakat.

Wadah Ekspresi dan Dokumentasi Imlek

Lomba Zine Imlek Nasional 2026 dirancang sebagai kompetisi kreatif yang mengundang partisipasi publik untuk merayakan Tahun Baru Imlek. Medium zine dipilih sebagai ruang ekspresi visual dan narasi personal yang unik. Ini memungkinkan para kreator untuk menyampaikan perspektif mereka tentang perayaan Imlek.

Kompetisi ini menjadi platform penting bagi fotografer, pegiat visual, penulis, dan kreator lintas disiplin. Mereka dapat merekam, menafsirkan, serta mengarsipkan momen Imlek dalam format yang intim, reflektif, dan eksperimental. Pendekatan ini memberikan kebebasan artistik yang luas bagi para peserta.

Founder Re-Publik Foto, Fauzan, menjelaskan bahwa lomba ini melampaui sekadar ajang kompetisi, melainkan berfungsi sebagai ruang dokumentasi budaya yang hidup. “Zine adalah medium yang personal sekaligus politis. Ia memungkinkan kita menyimpan ingatan kolektif dalam format yang sederhana namun bermakna,” ungkap Fauzan. Ini menekankan peran zine sebagai arsip visual yang jujur.

Melalui Lomba Zine Imlek Nasional 2026, Re-Publik Foto berupaya mendorong terciptanya arsip visual yang merekam perayaan Imlek dari berbagai sudut pandang. Dokumentasi ini mencakup perayaan di rumah, di jalan, di ruang publik, hingga dalam percakapan sehari-hari. Tujuannya adalah menangkap esensi Imlek masa kini secara autentik.

Rangkaian Kegiatan dan Pembekalan Peserta

Selain kompetisi utama, Lomba Zine Harmoni Imlek Nusantara 2026 juga dilengkapi dengan program pengembangan kapasitas. Program ini terbuka bagi seluruh peserta dan publik yang tertarik untuk memperdalam pemahaman mereka tentang zine dan fotografi. Inisiatif ini menunjukkan komitmen untuk meningkatkan kualitas karya.

Rangkaian kegiatan telah diawali dengan Lokakarya Daring yang sukses terselenggara pada Minggu, 15 Februari 2026. Lokakarya ini menghadirkan narasumber ahli seperti Chris Tuarissa, Marrysa Tunjung Sari, dan Cekrek Hore Club. Peserta mendapatkan wawasan mendalam mengenai konsep zine dan storytelling visual.

Peserta juga memiliki kesempatan untuk mengikuti Photowalk yang diadakan di Bundaran HI pada Senin, 16 Februari 2026. Kegiatan ini memungkinkan mereka untuk mengabadikan perayaan malam Imlek secara langsung. Pengalaman praktis ini sangat berharga untuk menghasilkan karya zine yang kuat.

Lokakarya dirancang untuk memperkaya pemahaman peserta tentang konsep zine, storytelling visual, penyusunan narasi, hingga strategi penyajian karya. Tujuannya adalah memastikan setiap karya memiliki kekuatan gagasan dan kedalaman konteks yang relevan. Ini merupakan bekal penting bagi para kreator zine.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi